Komunitas Facebookers Merbas Batang Gadis (MBG) Santuni Ratusan Anak Yatim

MADINA- Komunitas facebookers yang tergabung ke Group Merbas Batang Gadis (MBG) beranggotakan masyarakat yang berdomisili di Madina maupun di rantau menyantuni ratusan anak yatim di beberapa desa dan di Ppanti asuhan Siti Aisiyah.

Kegiatan sosial sengaja dilaksanakan saat moment hari raya idl fitri tahun ini, sebagi bukti kepedulian antar sesama. Meskipun jumlah santunan masih sederhana, namun tekad para anggota grup ini untuk terus menjunjung tinggi peduli sosial akhirnya terlaksana juga, Senin (5/9) lalu.

Ketua panitia, M Lutfan Nasution SSos kepada METRO mengatakan, kegiatan ini hanya sebagai bentuk kepedulian sosial para anggota komunitas facebooker MBG yang telah dibina selama setengah tahun terakhir beranggotakan seluruh masyarakat yang peduli sosial yang berasal dari masyarakat Madina.

Dan komunitas ini dikatakan Lutfan hanya sebagai momen membicarakan perkembangan pembangunan dan sosial di Madina karena sebagian besar anggota groupnya adalah perantau, baik lokal maupun luar negeri karena ada beberapa anggota yang berdomisili di luar negeri bahkan ada yang tinggal dari German.

Dilanjutkannya, bahwa grup MBG didirikan sekitar setengah tahun yang lalu melalui kreatornya Beny Nasution salah seorang aktifis sosial di Jakarta. Lalu karena banyak anggotanya yang memiliki pemikiran positif terkait perkembangan Madina terutama yang berkaitan dengan sosial akhinya dalam beberapa bulan saja anggota group ini terus bertambah hingga saat ini lebih dari dua ribuan anggota.

Baca Juga :  Penipuan, Bupati Paluta Disomasi

Elli Pulungan Bode salah seorang anggota MBG yang tinggal di Jerman kepada METRO menyebutkan, awalnya dia bergabung dengan komunitas ini didasari rasa keingintahuan tentang perkembangan sosial di Madina. Diceritakannya sebenarnya telah banyak komunitas facebooker asal Madina yang mengajaknya bergabung tetapi yang mengandung makna informasi tentang Madina hanyalah komunitas MBG.

”Sebelumnya saya berpikir bahwa komunitas ini tak ada makna apa-apa, tetapi setelah melihat postingan-postingan saya memutuskan untuk terus mengikutinya akhirnya banyak yang saya tahu mengenai Madina baik dari segi pemerintahan, sosial dan pembangunan. Dan setelah selama 9 tahun tak pulang, karena rasa sosial yang tinggi para anggota MBG ini saya akhirnya pulang kampung, dan memberikan sumbangan santunan kepada anak yatim sesuai dengan kesepkatan seluruh anggota MBG,” tuturnya. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*