Kondisi Hutan Lindung di Kawasan Desa Goti Kota Padangsidimpuan Memprihatinkan

Kondisi hutan lindung di kawasan Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, semakin memprihatinkan diakibatkan maraknya penebangan liar pasca pembukan jalan dikawasan tersebut.

Hal itu diketahui saat kunjungan anggota DPRD Sidimpuan, unsur muspida bersama wartawan di kawasan pembangunan jalan tersebut, Sabtu (17/7).

“Pembangunan jalan di kawasan hutan lindung ini harus dihentikan, karena sudah merusak ekositem,” ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota P. Sidimpuan Khoiruddin Nasution kepada Analisa disela-sela tinjauan.

Dikatakan, pembangunan jalan sepanjang 1200 meter itu juga sudah merambah daerah Kabupaten Tapsel dan merusak ekosistem yang berada di sekitar Desa Goti.

“Kami khawatir kembali terjadi banjir bandang, karena hutan lindung yang ada di atas desa sudah dibuka untuk pembangunan jalan,” katanya.

Selain itu, pembangunan jalan tersebut diduga tidak sesuai dengan standar, karena jalan yang sudah dibangun belum sepenuhnya bisa dipergunakan masyarakat akibat becek karena tidak adanya parit jalan. “Sampai saat ini kondisinya memprihatikan karena hampir tidak bisa dilalui kendaraan, “katanya.

Khoir mengatakan, dana pembangunan jalan usaha tani tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jadi pembangunannya harus berada di wilayah Kota Padangsidimpuan. Namun pada kenyataannya pembukaan jalan sudah di luar Kota Padangsidimpuan.

Dijelaskan, saat ini masyarakat sangat resah karena pembangunan jalan tersebut sudah membuka hutan lindung yang berada di sekitar desa mereka.

Baca Juga :  Tapsel Coba Produksi Wine dari Salak Merah

Dia merasa khawatir apabila pemerintah tidak melakukan tindakan maka kejadian banjir bandang yang terjadi pada 1986 akan terulang lagi.

“Jika pembangunan jalan ini tidak dihentikan tak ayal banjir bandang yang pernah meluluhlantahkan kawasan ini akan kembali terulang,”katanya.

Ilegal Loging

Salah Seorang warga Goti (45) kepada Analisa mengatakan, pembukaan jalan yang membelah hutan lindung tersebut membuat maraknya penebangan kayu di ujung kawasan jalan itu.

“Pasca pembangunan jalan, kawasan ujung jalan ini kini marak terjadi illegal loging, “katanya.

Diharapkannya, pihak yang berwajib segera bertindak dengan memeriksa seluruh oknum-oknum yang terkait dalam pembangunan jalan dikawasan hutan lindung ini.

“Kami sebagai masyarakat tidak menginginkan kawasan tersebut dirusak, karena kami khawatir akan ada bencana nanti,” ungkapnya kepada wartawan ketika dijumpai di lokasi.

Hal senada juga diutarakan warga lainnya dari H T, 60 yang mengatakan, maraknya penebangan liar di kawasan tersebut setelah dibukanya jalan didaerah itu.

“Kami tidak mau lagi banjir bandang menimpa desa ini. Makanya kami meminta pemerintah dan pihak kepolisian seger bertindak ,”ujarnya.

Asisten II Pemko Padangsidimpuan Ahmad Nasution yang membidangi masalah pembangunan belum bisa memberikan keterangannya. “Saya harus berkoordinasi terlebih dahulu karena saya masih mempunyai atasan,” ujarnya.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62271:kondisi-hutan-lindung-di-sidimpuan-memprihatinkan&catid=51:umum

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masyarakat Hutabaru Blokade Ribuan M3 Kayu Illegal PT. TPL

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*