Kondisi jalan Desa Siloting dan Pudun Julu, Musim Hujan Berlumpur, Kemarau Berdebu

Kondisi jalan di sepanjang Desa Siloting dan Pudun Julu, Kecamatan Psp Batunadua, Sabtu (31/5). (Oryza Pasaribu)

SIDIMPUAN – Kondisi jalan yang berada di Desa Siloting dan Pudun Julu, Kecamatan Psp Batunadua, sungguh memprihatinkan. Saban hari, jalan di sana tertutup tanah sisa galian C yang berserakan di badan jalan. Jika musim hujan tiba, tanah berlumpur dan akan berdebu di musim kemarau.

Pantauan METRO, di sepanjang jalan yang menghubungkan antara Desa Siloting dan Pudun Julu, Kecamatan Psp Batunadua, tampak penuh dengan gumpalan tanah yang diketahui berasal dari sebuah tempat yang digunakan sebagai galian C di dekat kedua desa tersebut.

Akibatnya kondisi jalan terlihat berlumpur dan sulit untuk dilalui pengendara sepeda motor, bahkan warga dua desa merasa resah dan meminta kepada pihak yang terkait untuk menindaklanjutinya.

“Sudah empat tahun jalan di kedua desa ini bertanah dan berlumpur, penyebabnya dikarenakan adanya galian C dari tempat itu, yang setiap kali hujan, air dan tanahnya pasti turun dan masuk hingga ke badan jalan,”tukas Ramlan (56), warga sekitar sambil menunjuk ke arah lahan yang pernah dijadikan tempat acara motocross Kapolres Cup beberapa waktu lalu, Sabtu (31/5).

Terangnya lagi, dengan adanya aktivitas usaha galian C tersebut, warga kedua desa yaitu, Siloting dan Pudun Julu sangat merasa keberatan. Sebab, mereka merasakan dampaknya yang menurut mereka sudah sangat meresahkan.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Panen Raya di Sanggapati

“Seperti makan buah simalakama jadinya, kalau musim hujan sepanjang jalan ini penuh dengan lumpur, dan kalau musim kemarau menimbulkan banyak abu. Begitu juga air yang mengalir menyebabkan sumur-sumur kami tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,”aku pria yang membuka usaha dipinggir jalan perbatasan kedua desa itu.

Ironisnya lagi, sambung Ramlan, hal tersebut sudah berulang kali mereka sampaikan secara lisan kepada pemilik maupun pihak berwajib terdekat, namun tetap tidak mendapat respon dan masih terus beroperasi.

“Wah, kalau untuk laporan pengaduan secara lisan sudah berulang-ulang kali kami sampaikan, baik itu ke polisi dan ke pemiliknya langsung. Namun tetap tidak ada realisasinya dan masih tetap berjalan. Jadi rencananya, jika keberatan kami ini tidak ditanggapi juga, maka kami akan bermufakat untuk menyampaikannya secara langsung kepada walikota dan Kapolres Kota Psp,”tegasnya.

Anehnya saat METRO berusaha untuk mengkonfirmasi permasalahan izin Galian C tersebut ke Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KP2T) Kota Psp, Kepala KP2T Syarifuddin SSos menyatakan, untuk galian C yang berada di tempat tersebut sama sekali tidak memiliki izin.

“Menurut data kami, galian C yang dimaksud sama sekali tidak memiliki izin usaha dan lainnya. Namun meskipun begitu akan kami tindaklanjuti untuk mencari secara pasti kelegalitasannya,” pungkasnya. (yza)

Sumber : metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kick Andy, Andy F Noya dan Internet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*