Kondisi Jalinsum di Palas Rusak Parah

Terputus Kondisi ruas jalinsum Tanjakan Simandi Angin Desa Pasir Julu Kecamatan Sosa Kabupaten Palas, yang sempit, rusak dan berlubang, kerap terjadi lakalantas. (medanbisnis/maulana syafii)

Palas. Kondisi ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di sepanjang daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) rusak parah, dipenuhi ratusan lubang di banyak titik badan jalan dan menyulitkan pengguna jalan. Ruas jalan itu mulai dari perbatasan Kabupaten Rohul, Riau, menuju ke Kota Medan, kurang lebih 120-an kilometer (km).
Melihat kondisi ruas jalan yang rusak itu masih jalan provinsi, Bupati Palas H Ali Sutan Harahap beberapa waktu lalu telah menemui Kementerian PU di Jakarta dan meminta kementerian itu segera menaikkan status jalannya menjadi jalan nasional. Bila status jalan dinaikkan, maka ruas jalan itu akan diperbaiki dan diperlebar.

Dengan kondisi ruas jalan saat ini seing terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas). Catatan MedanBisnis, lakalantas terjadi dua hari lalu, Minggu (18/10), di mana satu unit truck fuso pengangkut ampas sawit dari salah satu pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah ini, terbalik saat melintasi tanjakan jalinsum Simandi Angin Desa Pasir Julu, Kecamatan Sosa. Lakalantas terjadi akibat kondisi jalan yang menanjak dan rusak parah dengan banyak lubang memenuhi badan jalan.

“Ini bukan satu-satunya lakalantas yang terjadi di jalan ini. Sebelumnya, terjadi juga tabrakan beruntun secara mundur bus Sibual-buali menabrak dua mobil, yakni toyota rush dan avanza yang ada di belakangnya. Tentunya, akibat kejadian ini terjadi kemacetan lalulintas dan pengguna jalan lainnya pasti disulitkan akibat kejadian ini,” sebut Bangun Hasibuan, seorang warga setempat kepada MedanBisnis, Selasa (20/10).

Baca Juga :  Wali Kota Padangsidimpuan Reshuffle ‘Kabinet’

Selain itu, baru-baru ini juga ada satu unit truck muatan kosong dari arah Sibuhuan menuju Sosa yang tergelincir di turunan jalinsum Simandi Angin itu. Jadi, sudah banyak kejadian kecelakaan di jalan ini, karena kondisi badan jalan yang sempit, rusak parah dan berlubang. “Sebagai warga Palas, kami sangat berharap agar kondisi jalan di daerah ini segera diperbaiki, dilebarkan dan dibuat seperti jalan lintas yang ada di daerah Rohul, Riau,” pintanya.

Senada, Anto (46), seorang sopir bus angkutan umum lintas Sumatera dengan rute perjalanan yang dilaluinya Pasir Pengaraian, Sibuhuan, Palas hingga ke Medan. Dia kerap mengeluhkan “sakitnya” saat melintasi jalinsum di Kabupaten Palas, setelah melewati perbatasan Rohul-Riau di Desa Sei Korang.

“Bayangkan saja, jarak tempuh dari perbatasan Desa Sei Korang ke Pasir Pengaraian sekitar 60-an km, dengan kondisi jalan yang baik bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam,” sebut Anto.

Disebutkan jarak dari perbatasan di Desa Sei Korang di Palas hingga ke perbatasan dengan Kabupaten Paluta, panjangnya sekitar 120-an km, nggak bisa ditempuh dua jam, tapi paling cepat 3 jam – 4 jam.

Senada, Irma, seorang ibu rumah tangga di Desa Mananti Kecamatan Huragi, juga pernah merasakan sulitnya melintasi jalinsum di Palas akibat kemacatan lalu lintas, karena truck yang melintas terjebak badan jalan sempit dan beram jalan yang tinggi.

Baca Juga :  Ratusan simpatisan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) merusak Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Mandailing Natal

“Bayangkan saja, pak, jarak dari Mananti ke Desa Panyabungan, kan cuma 1,5 km, tapi saya harus melewati jalan itu satu jam lebih. Akibat antrean panjang truck dan mobil tangki pengangkut CPO sawit yang tidak mau mengalah. Sebel rasanya. Makanya pemerintah harus segera melebarkan jalan ini. Masak nggak malu sama jalan yang di daerah Rohul,” sebutnya.

Dihubungi lewat telepon, Kaposlantas Sosa Aiptu Sunarto membenarkan, kondisi arus lalulintas di wilayah hukumnya yang meliputi tiga kecamatan yakni Sosa, Huragi dan Batang Lubu Sutam (Balutam) sering terganggu, utamanya di jalinsum Simandi Angin, kerap terjadi lakalantas. (maulana syafii)


MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Gubernurnya memang tdk punya Malu…pernah tdk gubernur sumut melewati Jalan perbatasan Sumut Riau..?? Bisanya cm Korupsi ! Bupati tdk punya inisiatif ! kemana aja dana Pajak Perusahan2 yg katanya banyak dsana..apa dikorupsi lg yaaah…??

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*