Kondisi RSUD P.Sidimpuan Memprihatinkan

P.Sidimpuan, (www.analisadaily.com)

Surgery Kondisi RSUD P.Sidimpuan Memprihatinkan Kondisi sarana dan pelayanan bagi pasien rawat inaf di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan sangat memprihatinkan sekaligus mengecewakan.

Pasalnya sarana infrastruktur berupa kamar yang diperuntukkan bagi pasien terkesan tidak terurus ditambah perawat yang tidak ramah dan kurang profesional.

Pantauan Analisa, Kamis (11/3), sebagaian besar kamar rawat inaf di RSUD P.Sidimpuan terkesan tidak terurus mulai dari pintu yang kopak kapik, cat dinding yang terkelupas, kasur dan seprei kasar dan kotor hingga kamar mandi yang jorok dan bau.

Belum lagi pelayanan bagi pasien yang rata-rata dipercayakan pada mahasiswa dan mahasiswi keperawatan yang sedang praktek di RSUD tersebut.

Sementara perawat yang seharusnya menangani langsung keluhan para pasien hanya asik duduk-duduk sembari bercengkrama tanpa merasa berkewajiban menjalankan tugasnya. Parahnya lagi para dokter hanya sekali dalam sehari memeriksa kondisi pasien dan itupun terkesan hanya asal periksa dan membuat resep obat kemudian langsung hilang entah kemana.

Salah seorang keluarga pasien Ikhwan Nasution (35) warga Jalan Imam Bonjol Kota P. Sidimpuan kepada Analisa mengaku sock dengan kondisi sarana dan pelayanan di RSUD P.Sidimpuan. “Bagi saya RSUD P. Sidimpuan bukan lagi tempat yang nyaman untuk berobat malah semakin memperparah penyakit, “ujarnya.

Dikatakan, saat sedang menjaga salah seorang saudaranya yang sedang rawat inaf di RSUD P.Sidimpuan, dirinya sempat meminta perpindahan kamar inaf yang lebih baik dan nyaman kepada salah seorang perawat jaga namun tidak diindahkan.

Baca Juga :  Kolaisi Merah Putih Pendukung Prabowo-Hatta Padang Lawas Gelar Kegiatan Sunat Massal

“Pintu kamar yang di tempati sudaraku itu kopak kapik dan kamar mandinya jorok dan menguarkan bau tidak sedap, namun ketika saya meminta agar dipindahkan ke kamar yang lebih nyaman, eh malah siperawat bilang jika yang mau bagus yah ke RSUD swasta aja, “ujar Ikhawan mengutip jawaban perawat tersebut.

Selain itu, Ikhwan juga mengaku heran harga obat yang diresep dokter RSUD P. Sidimpuan terkesan mencekik leher dan tidak wajar karena jauh lebih tinggi dari harga sebenarnya.

“Biasa setelah diberi resep obat oleh dokter, kita langsung mengambil dan menebus resep itu ke apotik KPN RSUD setempat, tapi anehnya harganya mencekik leher, “tuturnya.

Dinilainya, kondisi RSUD saat ini seperti kehilangan induk semayang pasca pengunduran diri Direktur RSUD Guntur yang digantikan Sekda P.Sidimpuan H.Sarmadhan Hasibuan SH sebagai pejabat sementara (PJS) RSUD.

“Kesemrautan RSUD ini mungkin diakibatkan para pegawai dan perawat di RSUD merasa tidak lagi memiliki induk semang yang harus ditakuti, “katanya.

Diharapkannya, Pemko Padangsidimpuan dan DPRD dapat memperhatikan dan segera melakukan tindakan atas kondisi RSUD P.Sidimpuan saat ini karena jika berlama-lama maka akan menjadi preseden buruk bagi nama baik daerah. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Di Tapanuli Selatan, 100 Siswa DO Tanpa UN

1 Komentar

  1. memang parah tuh rumah sakit umum p.sidimpuan… diharap kalau memang bisa mending ke medan dari RSU P.sidimpuan katakan “”FUCK TO RSU P.Sidimpuan” pelayanan yang BOBROK

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*