Konflik Tambang Emas Martabe Di Politisir Sehingga Tambah Rumit

JAKARTA – Konflik antara perusahaan tambang emas Martabe di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan warga sekitar belum reda, muncul aroma politik berupa sikap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Tapsel yang minta agar Pemprov Sumut tidak ikut campur dalam masalah ini.

Ini yang menambah kerumitan dalam upaya penyelesaian konflik perusahaan tambang emas Martabe dengan warga, karena di tingkat elit tidak kompak. Bau politisasi ini juga diendus Rambe Kamarul Zaman, tokoh nasional asal Tapsel.

“Jangan dipolitisir. Kalau dipolitisir, kepentingan-kepentingan lain bakal masuk, persoalan yang sebenarnya tak terselesaikan,” ujar Rambe Kamarul Zaman, yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ormas itu, kepada JPNN kemarin (7/10).

Dia mengingatkan semua pihak agar lebih menggunakan pendekatan dialogis, persuasif. Rambe menegaskan, pada prinsipnya warga Sumut tergolong warga yang sadar mengenai pentingnya pembangunan. Warga Sumut, lanjutnya, sudah terbiasa berkorban untuk kepentingan pembangunan.

“Warga Sumut itu sudah terbiasa merelakan tanahnya untuk kepentingan pembangunan jalan misalnya. Ganti rugi berapa pun dikasih, asalkan caranya baik-baik, dengan pendekatan, jangan dengan tekanan,” ucapnya.

Rambe yakin, warga Batangtoru yang bersikap keras terhadap keberadaan PT G-Resources itu hanya sebagian saja. Sebagian yang lain sudah paham mengenai pentingnya investasi di daerahnya. “Nah, yang belum paham itu harus dikasih penjelasan lewat pendekatan. Jalin lah silaturahmi yang baik dengan warga,” pesannya.

Baca Juga :  Penambangan Emas, Air Sungai di Madina Mengandung Merkuri

Berkali-kali dia mengingatkan, karakter warga Sumut itu akan tambah melawan jika ditekan. Jika pola represif dilakukan, lanjutnya, malah bisa muncul pergolakan yang keras, sebagaimana sudah terjadi di daerah lain belakangan ini.

Dia berharap, tokoh-tokoh masyarakat setempat mau menjembati komunikasi warga dengan pihak perusahaan. “Ini penting agar pergolakan sosial tidak muncul di Sumut,” pesannya lagi.

Seperti diberitakan, perkembangan terakhir konflik ini, warga melempari rombongan karyawan lokal yang seluruhnya warga asli Batangtoru, yang ingin menyampaikan aspirasi ke anggota DPRD Sumut yang sedang melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Batangtoru. “Tetapi, di perjalanan mereka malah dilempari warga yang sudah lebih dulu hadir di lokasi pertemuan,” kata Communication Manager PT  G-Resources Katarina Hardono, pekan lalu.

Warga menonak perusahaan membuang limbah ke sungai Batangtoru. Katarina menjelaskan, tanpa pipa pembuangan air limbah tersebut, tambang emas Martabe tidak dapat beroperasi. Diuraikannya, sejak 1 Oktober 2012, perusahaan sudah memasuki fase penghentian operasi. Perusahaan telah mematangkan detil pelaksanaan penghentian secara terstruktur sesuai hukum dan peraturan yang berlaku. (sam/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. Jumat 21 12 2012 kesal saya terhadap sapam pt ar batang toru uda jelas2 saya bawak geta masi diproset diduga mecuri seola2 menudu saya mencuri

  2. biarkan saja tambangnya beroperasi,. toh demi pembangunan Indonesia pda umumnya dan Indonesia pda khususnya,. soal ada masalah pembuangan limbah itu sudah konsekuensi ,. yg penting adalah bagaimana perusahaan meminimalisir dampak pembuangan tersebut agar tidak merugikan masyarakat,. dan perusahaaan mungkin sudah memikirkannya,.

  3. be smart indonesia!
    jika masalahnya hanya pembuangan “Limbah” yang akibatnya di khawatirkan dampak linkungan alias pencemaran (betul tidak?)
    pertanyaan saya : apakah sudah terbukti ada PENCEMARAN?
    gak perlu kita bicara meluas dengan OPINI lain,jika terbukti sudah ada fakta pencemaran dan kerusakan lingkungan, ya silahkan saja tambang DITUTUP!

    • Lae/ ito nauli @ efek nya bkn langsung sekarang lae/ito pencemaran nya,lihat nanti atau beberapa tahun ke depan akan fatal ingat kejadian di newmont

  4. JIKA POLITISASI YG DIMAKSUD ADALAH MEMBONCENGI KEINGINAN RAKYAT UTK KEPENTINGAN PARTAI TERTENTU, ATAU JIKA YG DIMAKSUD ADALAH MAKIN BANYAKNYA MUNCUL PERNYATAAN2 POLITIK DARI TOKOH PARTAI TERTENTU. MAKA MENURUT SY KURANG BENAR KARENA HAL ITU MUNCUL BELAKANGAN SETELAH SITUASI MAKIN TDK TERKENDALI.

  5. bANYAK PIHAK YG MELIHAT PTAR SEBAGAI TEMPAT DIMANA BANYAK DUIT. KARENA ITU BANYAK PULA PIHAT YG BERUPAYA DGN BERBAGAI CARA AGAR DUIT YG BANYAK ITU SEBAGIAN MENGALIR KE KOCEK MEREKA. UMUMNYA CARA YG DIJALANKAN ADALAH MENYULUT/MEMBAKAT KEADAAN, SEHINGGA DARI KEADAAN TSB MEREKA BERHARAP AKAN SEMAKIN DIANGGAP PENTING KEBERADAANNYA OLEH PTAR. DAN TENTU SAJA DGN DEMIKIAN POSISI TAWAR MEREKA DLM MENDAPATKAN DUIT YG LBH ADUHAI JUGA MAKIN TINGGI. SAYANGNYA KEMUDIAN KEADAAN YG SUDAH TERBAKAR MENJADI TDK TERKENDALI. TAPI UNTUNG SAJA TDK SAMPAI IKUT MEMBAKAR MEREKA. TAPI SY PERCAYA, JIWA MERAH PUTIH LAMA KELAMAAN JUGA AKAN MUNCUL UNTUK MEMBAKAR PARA PEMBAKAR KEADAAN TERSEBUT.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*