Kongres PSSI – Pemilik Suara Mayoritas Ngaku Diprovokasi Kubu Nurdin Halid

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU – Kongres PSSI yang berujung pada pengambil alihan pelaksanaan dari tangan panitia PSSI kepada anggotanya sendiri, membuat posisi PSSI sekarang makin terkatung-katung. Di satu sisi, pihak pemilik suara PSSI menegaskan jika hasil kongres kemarin dinyatakan sah.

Namun, bagi kubu Nurdin Halid saat ini mereka masih memangku jabatan keorganisasian PSSI hingga 19 April mendatang dan kongres semalam dinyatakan tidak sah. PSSI melalui Nugraha Besoes memutuskan menunda kongres untuk waktu yang belum ditentukan. Alasannya, kongres diwarnai keributan, hingga menimbulkan ancaman keselamatan.

Namun, alasan seperti yang disampaikan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes tersebut dianggap para pemilik suara PSSI mayoritas, bukanlah sesuatu yang masuk akal. Mereka mengaku, Nurdin Halid memang sengaja memancing adanya reaksi massa kongres dengan tujuan menggagalkan jalannya kongres.

Alasannya, kubu Nurdin Halid tak cukup suara untuk memenangkan kongres secara fair akibat makin banyaknya suara sumbang di PSSI. Mengetahui tak ada peluang menang, kubu incumbent akhirnya membatalkan kongres dengan cara-cara yang tidak rasional.

“Kami dipancing. Diprovokasi mereka. Pada saat kami mendesak untuk masuk pintu, salah seorang antek mereka, seorang Polisi memakai batik hijau, yang katanya dari Polda memprovokasi kami. Dia bilang kongres dibatalkkan,” ujar Jhon Banoa, Ketua Umum Persiwa Wamena, Minggu (27/3/288).

Menurut Jhon Banoa, adanya aksi provokasi kubu Nurdin Halid tersebut merupakan indikasi bobroknya PSSI. Mereka rela melakukan apapun, termasuk membatalkan gelaran kongres, jika dinilai tak bisa memberikan keuntungan bagi PSSI.

Baca Juga :  Soal Insentif Guru Non PNS Raib , Bupati Simalungun Dituding Salahgunakan Wewenang

“Kami dapat kabar provokatif yang mengatakan kongres dibatalkan. Itu yang ngomong anteknya Nurdin sebelum aksi menerobos masuk pintu kongres. Itu juga yang membuat kami semakin penasaran untuk menerobos masuk. Mereka memang sudah merencanakan hal ini,” ujar Jhon Banoa.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. udahlah… bubarkan saja PSSI dan ganti lagi dengan organisasi yang baru….atau bila perlu ganti baju organisasi saja…. nama PSSI sudah cukup jelek dimata masyarakat.. dan semakin jelek lagi dengan kondisi kongres ini… apalagi kepentingan2 pribadi yang tidak jelas lagi dan tidak mengarah ke kepentingan Organisasi tujuan PSSI itu didirikan….
    jadi ada baiknya perlu dipertimbangkan mengganti nama PSSI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*