KONGRES PSSI – Taufik: Masa Kongres Gelap-gelapan…

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengecam sifat penyelenggaraan Kongres PSSI yang disebut akan tertutup. Menurutnya, sebagai wujud transparansi publik, kongres yang akan dimulai malam ini di Tabanan, Bali, harus digelar secara terbuka.

quote 1 KONGRES PSSI Taufik: Masa Kongres Gelap gelapan...
Dengan terbuka, masyarakat bisa pula mengawasi agar persepakbolaan nasional tidak disisipi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama kepentingan politik. Lebih penting prestasi daripada kepengurusannya.
— Taufik Kurniawan
quote 2 KONGRES PSSI Taufik: Masa Kongres Gelap gelapan...

“Masa kongres ya gelap-gelapan. Ruang harus dibuka agar diikuti oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Jumat (21/1/2011).

1257193620X310 KONGRES PSSI Taufik: Masa Kongres Gelap gelapan...Menurut politisi PAN ini, sepak bola sudah menjadi jiwa masyarakat Indonesia. Di kota hingga desa, sepak bola dimainkan. Dengan perkembangan persepakbolaan nasional hingga saat ini, masyarakat juga memiliki keinginan yang besar untuk mengembangkan olahraga nasional secara bersama-sama dan haus akan nasionalisme kebangsaan.

Dengan terbuka, masyarakat bisa pula mengawasi agar persepakbolaan nasional tidak disisipi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama kepentingan politik. Taufik tak sepakat kalau sepak bola Indonesia dibebani kepentingan-kepentingan politik.

“Lebih penting prestasi daripada kepengurusannya. Kita harap ke depan jangan sampai terkesan dikonotasikan seolah-olah semuanya bisa dipolitisasi, biarlah olahraga itu berjalan karena sepak bola sudah menjadi olahraga masyarakat dan sangat murah, dan digemari,” katanya.

“Kita harap di kepengurusan olahraga mana pun, jangan diisi oleh orang-orang yang tidak tahu olahraga itu. Bulu tangkis, harusnya diisi oleh mantan juara-juara bulu tangkis, jangan catur. Artinya, sesuai dengan sunatullah, serahkan pada ahlinya. Bukan politisi dan jangan dipolitisasi,” tandasnya kemudian. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Guardiola: Terima Kasih, Bayern

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*