Kongres PSSI Terancam

JAKARTA – Penyelesaian krisis sepak bola Indonesia terkait suksesi kepengurusan PSSI masih tetap tanda tanya. Bahkan, Komite Normalisasi (KN) PSSI yang dibentuk FIFA masih belum 100% aman.

Rencana Kongres Pemilihan pada 20 Mei yang ditetapkan KN pun terancam. Rilis FIFA pada Senin (4/4) belum menyelesaikan karut marut sepak bola nasional secara tuntas. Elemen sepak bola nasional masih melakukan tarik ulur atas beberapa klausul kebijakan.

Mereka masih menginginkan beberapa nama bakal calon yang dibekukan PSSI diaktifkan kembali. FIFA sebelumnya membekukan status pencalolan kembali Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.

Anggota Komite Normalisasi PSSI (KN-PSSI) Dityo Pramono mengungkapkan, 78 anggota pemilik suara akan melakukan walk out pada Kongres Pemilihan bila nama-nama tersebut tetap dibekukan.

”Kami mendengar kalau 78 anggota pemilik suara merencanakan walk out saat kongres pemilihan. Mereka meminta tiga nama yang dibekukan FIFA diaktifkan kembali. Kami harus antisipasi rencana walk out tersebut. Bila itu terjadi, maka kinerja Komite Normalisasi gagal total,” kata Dityo.

Sebelumnya, FIFA membentuk KN-PSSI untuk mengembalikan stabilitas sepak bola nasional. Bukan hanya menggelar Kongres Pemilihan, KN-PSSI wajib menyelesaikan sengketa Liga Primer Indonesia (LPI) plus menyelenggarakan kegiatan organisasi sehari-hari.

Seandainya Kongres 20 Mei gagal digelar, maka status suksesi kepengurusan akan terus berlarut. Agenda Kongres Pemilihan 29 April sebelumnya gagal lantaran Kongres 26 Maret tidak terselenggara. Namun, internal KN-PSSI masih dilingkupi perbedaan pendapat terkait kebijakan pencalonan.

Baca Juga :  "Tak Banyak yang Panggil Saya Monyet"

”Pada dasarnya internal Komite Normalisasi tidak terpengaruh. Perbedaan pendapat
tetap ada. Kami masih mencari solusi terbaik. Anggota Komite Normalisasi tetap solid, meski keputusan pencalonan tidak mengakomodir pihak tertentu,” lanjutnya.

KN-PSSI saat ini sedang menyelesaikan regulasi suksesi kepengurusan baru. Finalisasi draf peraturan organisasi (PO) dilakukan empat anggota KN-PSSI; Joko Driyono, Satim Sofyan, Siti Nurzanah, juga Dityo Pramono.

Draf PO tetap mengacu kepada Standard Electoral Code dan Statuta FIFA juga Statuta PSSI. Penerapan pasal 35 ayat 4 Statuta PSSI tentang masa keaktifan dibuat generik, yaitu minimal lima tahun terlibat dalam kegiatan sepak bola. Status quo PSSI sebelumnya mengharuskan bakal calon pengurus baru aktif lima tahun beruntun. Namun, batas usia minimal tetap 30 tahun.

”Instruksi FIFA pada 4 April tetap berlaku absolut. KN-PSSI merupakan orang-orang FIFA, bukan dari PSSI atau mewakili golongan manapun. Tidak ada hal signifikan yang ditambah atau dikurangkan dalam draf PO. Keputusan final draf PO diketahui malam nanti (kemarin) setelah pukul 21.00 WIB. Kami berusaha meminimalkan upaya-upaya yang bersifat restuktif,” cetus Joko.

Terkait kasus LPI, Joko menjelaskan, jalur komunikasi tetap akan dibuka dengan mereka. FIFA sebelumnya mengancam akan memberikan sanksi bila status LPI tetap berlarut. Ada dua opsi penanganan, yaitu membubarkan atau memasukan LPI dalam kompetisi di bawah PSSI.

Bila LPI bergabung, PSSI sebelumnya sudah mempersilahkan masuk dari kasta terbawah kompetisi. Ya, klub LPI akan bertarung pada kompetisi level Divisi III PSSI. ”Sebelum memutuskan, kami ingin konsorsium LPI berterus terang,” tutur Joko.
”Apa sebenarnya latar belakang pendirian LPI? Tujuannya, agar kami bisa membantu. Kalau niat mereka sudah tertangkap, nanti akan diselesaikan satu per satu,” lanjut pria yang juga CEO PT Liga Indonesia.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Tapsel Dilanda Banjir - 10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, 1 Unit Jembatan Ambruk

Sementara itu, Siti Nurzanah mengaku tetap mendapatkan dukungan penuh dari Arema dan suporternya, Aremania. Keberadaan Siti sebelumnya digugat oleh internal klub berjuluk Singo Edan, lantaran statusnya bersama Arema sudah dibekukan. Arema sebelumnya sudah melakukan klarifikasi kepada FIFA dan AFC.

”Penunjukan saya langsung dari FIFA. Saya juga hanya menjalankan tugas dari mereka. Saya tidak tahu latar belakang penunjukan itu. Tidak ada masalah dengan internal Arema. Mereka tetap memberikan dukungan, termasuk Aremania,” tandasnya. (okezone)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*