Kontraktor Penebangan Laka Lantas, Managemen PT. TPL `Buang-badan`

alat betrat Kontraktor Penebangan Laka Lantas, Managemen PT. TPL `Buang badan`
alat-berat Excavator dan Truck Logging dibawa dan ditahan di Mapolres Tapsel di Jl. SM Raja Kota Padangsidimpuan (Psp)-(AR-Morniff)

Sipirok, Taktik dagang licik ala Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) mau enak untung sendiri dengan elakkan resiko dan tanggungjawab ke pihak lain, cenderung tidak hanya dipraktekkan top level direksi kantor pusat di Porsea. Malah managemen basecamp Sektor Tapsel/Padangsidimpuan terlihat latah `mengekor`. Seperti peristiwa kecelakaan Lalu Lintas yang dialami kontraktor penebangan di areal konsesi TPL di Jalinsum dekat Desa Janji Mauli Kecamatan Sipirok Hari Minggu lalu tgl. 15 Juli 2012 lalu.

Ikhwalnya terjadi ketika  melewati jalur pelebaran Jalinsum di Janji Mauli. Pelebaran Jalinsum yang memindahkan sejumlah tiang listrik PLN sehingga bentangan kabel listrik melintang di atas jalan raya menyambar seorang karyawan kontraktor TPL di atas alat-berat.

Karyawan kontraktor TPL bernama Tamba Nababan terhempas jatuh dan meninggal dunia. Urusannya kemudian diambil-alih Polres Tapsel dan kedua alat-berat Excavator dan Truck Logging dibawa dan ditahan di Mapolres Tapsel di Jl. SM Raja Kota Padangsidimpuan (Psp).

Sementara kontraktor TPL marga Simamora dari CV. TNN sibuk mengurus jenazah korban dan membawanya pulang ke kampung korban di Taput, managemen TPL terkesan acuh. Upaya Polres Tapsel memanggil guna meminta keterangan tidak diperdulikan pihak TPL yang tidak mau hadir mematuhi panggilan Polres Tapsel.

Sementara dari pihak kontraktor diperoleh keterangan, setelah mengurus pemakaman korban dan menyelesaikan perdamaian dengan pihak keluarga korban, baru akan datang menghadap dan melapor ke Polres Tapsel.

Baca Juga :  DPRD Madina Ancam Usulkan Pencabutan Izin 7 Perkebunan

Kalangan masyarakat sekitar lokasi Laka Lantas tsb memaparkan memang begitulah tingkah TPL di dalam menghadapi permasalahan dalam pekerjaannya. “TPL cuma kasi selembar kertas penunjukan direksi untuk jadi pedoman kerja kontraktor, dan menunggu kayu hasil kerja kontraktor penebangan tiba diangkut ke Porsea. Semua urusan dan permasalahan yang terjadi di lokasi penebangan dan di sepanjang jalan baik dengan masyarakat maupun aparat, sepenuhnya dibebankan sepihak pada kontraktor”, tuding beberapa warga masyarakat yang pernah berurusan dengan TPL.

Tudingan masyarakat tsb ternyata bukan asal-asalan, terbukti hingga hari Minggu 22 Juli 2012 kedua alat-berat excavator dan truck logging tsb masih parkir di depan Mapolres Tapsel, tanpa pernah dijenguk dan diurus pihak TPL. ( AR Morniff Hutasuhut )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

13 Komentar

  1. Mau bukti lagi bahwa aq orang kampung Tapsel yg melek tidak dungu seperti ilusimu? Itu aksi demo warga Koperasi Torang Jaya di DPRDSu menolak Pt. SRL/SSL di Kab. Palas ( sama dgn TPL yg anak-perusahaan April Gorup) apa dampaknya? Rekom DPRDSU bisa kalian acuhkan tapi dampak internasionalnya akibat dilaporkan sejumlah lsm/NGO, nilai saham April Group di bursa efek Eropa anjlok. Bisa bikin apa kalian?
    Masih ada lagi data & fakta kasus-kasus TPL merugikan negara dan daerah Tapsel yg siap kubuka sa`at debat publik di Gedung Uniland. Maka untuk ke-3 X-nya kutantang terbuka di media ini, kapan surat undangan resmi tertulis kuterima? Jangankan kau yg cuma nomor urut `ekor` kesekian di TPL, top level managemen macam Chairuddin Pasaribu, Juanda Panjaitan, Simon Sidabuke plus barisan kacung-kacung di base camp Sektor Tapsel/Psp kugaransi tak berani debat publik di bawah sorotan camera dan blitz media massa. Ketiga kalinya kutantang untuk kita buktikan, kapan?

  2. Betullah Tagor Manik moci porsea mau kombur bual kecap putarbalik sejarah. Kapan TPL membangun Tapsel? Sudah 20 tahun sejak terbit izin Indorayon 1992, apa yg sudah disumbang Sukanto Tanoto dan barisan antek pribuminya untuk membangun Tapsel? Aq berani di kampung ya memang ini kampungku. Sejarahnya sejak pribumi Nusantara Majapahit usir armada Jengis Khan sampai anasir repoeblik enyahkan Hindiabelanda, tokh tak ada pribumi inlander mau balik menjajah ke Cina dan Belanda, makanya tak usah ngoceh ngawur. Tanpa Tapsel maka TPL tetap jalan? Ya buktikan enyahlah dari Tapsel. Mau bukti TPL penyamun di Tapsel? Alizar Harahap P2LHP TPL di Tapsel minta mundur sewaktu kutunjukkan bukti TPL di Tapsel angkut kayu Pinus yg tidak di-LHP. Berapa resminya di administrasi LHP RKT 2011 & 2012 TPL ttg jumlah kayu Pinus dari Tapsel yg sudah diangkut ke Porsea? Dan berapa puluh ribu M3 faktanya kayu Pinus yg tidak di-LHP diangkut ke Porsea? Dikali DR+PSDH Rp. 120.000,-/M3 maka sudah berapa milyar hak negara yg kalian gelapkan? Ini bukan kecap macam situ, dokumentasi audiovisualnya lengkap. Berani bongkar-bongkaran sampai ke Kemenhut? Bilang aq takut debat di kantor TPL di Gedung Uniland di Medan? Jangan gertak sambal, nggak laku! Kasilah undangan resmi tertulis, biar kita lihat bersama berani nggak managemen TPL debat terbuka di depan publik? Biar kubawa lsm, NGO, pers mendengar dan mempublikasikan debat kita. Buktikan kapan, kutunggu ! Terbongkar ini semua, wewenang self approval TPL pasti dicabut Menhut. Sekali lagi kutantang, kita buktikan? Ayo, kapan?

  3. itu yang botul oji hutasuhut, anggo sude komentar ditanggapi maka munculma non goar-goar ni kobun binatang … belum tentu i sian tpl. mari kita coba dialog yg elegan… cari tempat bentuk format dialognya gimana tapi yang pasti perusahaan tpl ini tak begitu disukai orang tapsel dan sekitarnya, kalau pihak tpl bisa meyakinkan orang tapsel bahwa tpl itu punya niat baik maka saya yakin tpl mulus di tapsel, tapi kalau sebaliknya argumen orang tapsel tak bisa dibantah tpl maka memang tpl perlu mempertibangkannya untuk pindah.

  4. ini kurasa bukan manik asli orang TpL…..ini manik provokator ini……hati2 sama provokator…..klo memang TPL mengundang utk dialog dan diskusi…..tinggal.. tentukan dimana dan kapan….dan tPL undang secara resmi….kita akan datang….

  5. Jangan bertengkar disini saling claim kebenaran….semakin kalian mengumbar kalimat-kalimat tidak etis maka semakin nampak sifat dan watak kalian yang sebenarnya, tidak bisa kah kalian bicara dan menulis dengan santun dan etika ?

  6. anda morniff yang tak berotak. TPL sendiri mau menjadikan tapsel supaya menuju era modernisasi tapi anda kok sepertinya menolak aktifitas TPL di tapsel. anda jago kandang tak berani beragumentasi dengan kami di kanto rmedan atau porsea. tanpa tapsel TPL tetap jalan dan anda jangan provokator untuk kab lain karena TPL sah dari pemerintah. anda sendiri tolong timbang otaknya berani di mediamu sj. kampungan

  7. Yg tak berbobot siapa? Mimpi dapat areal 2.800 Ha di Kota P.sidimpuan tapi kuganjal, memblenya TPL? Kuhadang kerja penebangan TPL di Simandalu, mepernya? Dibakar OTK kayu tebangan TPL di Hasobe, bungkemnya? Klu cuma becus berkoar thok dari Porsea berbobot rupanya? Kok hobby ‘asbun’? Kalian suruh Anggota Komisi-B DPRD Tapsel jadi antek, tak mempannya? Mana bobotnya? Ditimbang dululah berat otaknya, baru ngoceh !

  8. Kalau mitra penebangan meninggalkan TPL masih banyak orang yang susah cari makan dan akan kami berdayakan sebagai mitra kami. kami himbau supaya MITRA-MITRA kami khusus Tapsel jangan mau terprovokator ulah Wartawan APAKABARSIDIMPUAN yang beritanya basi dan tak berbobot.

  9. Betul kata Bapak Hutasuhut.
    Kita2 kawan mitra penebangan dan pengangkutan kayi TPL dari Dolok sanggul dan Siborongborong MARI KITA BERSAMA tinggalkan TPL dan blokade jalan ke HumbangHasundutan karena TPL tidak memperhatikan mitra-mitra seperti kami yang pembayaran kayu terlambat ditambah urusan kalau kecelakaan mitra ditinggalkan. Humas TPL tidak bertanggungjawab kecelakaan mitranya.Tutup ma indorayon latteung i

  10. Menurut aturan yg diterapkan TPL kepada mitra kontraktor, setiap mutasi alatberat di dalam areal konsesi TPL dibawah pengawasan sekaligus tgjawab TPL. Faktanya TPL lepas pengawasan dan buang tgjawab, klu dah gini bagusnya para mitra kontraktor campakkan kontrak, tinggalkan TPL, gabung sama masyarakat bermitra kerja kayu rakyat. Enyahkan antek hatoban japurut singkek Tan Kang Hoo dan kelingbangking Ramalinggam seperti si Tagor dan komplotannya.

  11. Kalau sampai TPL tidak membantu mitra penebangan kayu di Tapsel ini maka kami akan berbalik bergabung untuk menutup TPL di 8 kabupaten di Sumut dan akan menggerakkkan massa menutup TPL dan pabriknya di porsea. sian Dolok Sanggul

  12. Saya humas TPL menjelaskan bahwa itu adalah urusan mitra CV.TNN bukan urusan PT.TOBA PULP LESTARI,TBK. Mohon diluruskan semua pihak PT.TPL pihak yang benar kesalahan adalah pihak mitra.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*