Korban Banjir Bandang di P.Sidimpuan Terancam Kelaparan

Korban Banjir Bandang di P.Sidimpuan Terancam Kelaparan

P.Sidimpuan, (Analisa)

Ratusan warga korban banjir bandang yang meluluh lantahkan dua Desa di Kota Padangsidimpuan Rabu (3/2) pagi, terancam kelaparan dan terserang berbagai penyakit. Pasalnya hingga hari kedua, bantuan penanganan bencana alam dari Pemko P.Sidimpuan belum diterima para korban.

“Kami belum menerima bantuan baik berupa makanan maupun obat-obatan dari Pemko P.Sidimpuan hingga hari kedua pasca banjir bandang, “ujar Jumanto (42) warga Desa Labuhan Rasoki Lorong Sidomulyo kepada Analisa di lokasi bencana, Kamis (4/2).

Dikatakan, untuk bertahan hidup para korban bencana banjir bandang di dua desa tersebut hanya mengandalkan sisa-sisa makanan yang masih ada ditambah dengan bantuan yang diberikan masyarakat yang merasa iba melihat kondisi yang dialami para korban.

“Untuk saat ini, kami masih mengandalkan makanan-makanan yang masih tersisa ditambah dengan bantuan makanan yang diberikan lembaga-lembaga sosial dan masyarakat yang berkunjung langsung kelokasi banjir, “ujarnya. Hal senada juga dikatakan, Iman (43) warga Desa Padang Silayu. “Untung kami masih memiliki sisa-sisa makanan , jika tidak entah bagaimana jadinya, “ujarnya dengan wajah penuh iba.

Diharapkannya, Pemko Padangsidimpuan melalui instansi terkait dapat segera menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan karena memasuki hari kedua pasca banjir bandang bebaraop masyaraklat sudah mulai terserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan diare.

“Tanpa bantuan makanan dan obat-obatan mustahil kami bisa bertahan hidup, sehingga kami mohon agar Pemko segera menyalurkan bantuan yang kami butuhkan, “terangnya.
Pantauan Analisa, ratusan korban banjir bandang itu ditampung disejumlah tenda-tenda yang didirikan dinas Sosial Pemko P. Sidimpuan, Polres P. Sidimpuan di lapangan rumput SMAN 8 yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi bencana.

Baca Juga :  Murid SD di Gunung Tua Baringin Jinjing Sepatu ke Sekolah

Para korban banjir ini terkesan kurang mendapatkan perhatian berupa bantuan dan perawatan berarti dari Pemko P.Sidimpuan, malah pihak kepolisian dan TNI yang lebih condong antusia membantu para korban tersebut.

Sejak hari pertama bencana, pihak Polres P.Sidimpuan dan TNI sudah terjung langsung mengevakuasi para korban ke kawasan yang aman, hingga hari kedua mereka juga tetap antusias menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban.

Aneh

Dari informasi diterima Analisa dilokasi bencana, ketidak tanggapan Pemko P.Sidimpuan menanggulangi bencana alam ini, diakibatkan tidak adanya titik kordinasi antara masing -masing instansi Pemko tersebut.

Parahnya Satkorlak Pemko yang tugasnya menangani bencana alam terkesan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. “Sepengetahuan saya kepengurusan Satkorlak Pemko tidak jelas, makanya jangan heran bila para pejabat yang turun langsung kelokasi kejadian bingung apa yang harus diperbuat, “ujar salah PNS yang enggan disebut namanya.

Untuk diketahui, dihari pertama bencana banjir bandang yang melululantahkan dua desa ini, hampir seluruh pejabat teras Pemko P.Sidimpuan terjuan langsung ke lokasi, namun mereka terkesan enggan mengotori sereagmnya dan lebih memilih memantau dari jauh tanpa ada instruksi yang jelas kepada para stafnya tentang apa yang harus dilakukan.

Lain halnya dengan Kapolres P. Sidimpuan AKBP Roni Bachtiar Arif beserta jajarannya seperti Kasat Reskrim AKP Iskandar AR, Kabag Binamitra Darwin dan para personilnya yang terjun langsung ke lokasi meski seluruh seragam dan badannya harus dikotori lumpur. Demkian juga para personil TNI yang juga terjun langsung mengevakuasi para korban, meski harus berjuang dikubangan lumpur yang menggenangi lokasi. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  THR PNS Padangsidimpuan Rp. 400 Ribu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*