Korban Bom Solo Tak Dendam ke Pelaku

Petugas rumah sakit membawa korban luka usai terjadinya ledakan bom bunuh diri di gereja di Solo, Jawa Tengah (25/9). REUTERS

TEMPO Interaktif, Surakarta – Korban bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu, 25 September 2011 di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton di Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, menyatakan tidak dendam dan sudah memaafkan pelaku peledakan.

Salah seorang korban, Septi Rohida, 22 tahun, mengatakan tidak ada dendam kepada pelaku. “Lebih baik dimaafkan. Kalau tidak begitu, akan teringat terus,” katanya saat ditemui Tempo di Rumah Sakit dr. Oen, Solo, Selasa, 27 September 2011.

Jika terus teringat, dia menyebut hanya akan menambah rasa sakit dan beban di hati. Sehingga, agar cepat lupa, dia memilih memaafkan. “Capek kalau terus mengingat peristiwa itu,” jelasnya.

Saat peristiwa bom bunuh diri terjadi, Septi berada 1,5 meter di samping kanan pelaku. Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang sangat keras.

Kedua kakinya terluka karena tersayat pecahan logam. Meskipun tidak ada yang menembus tubuh, tapi luka sayatan tersebut cukup dalam.

Korban ledakan lainnya, Noviawati, 27 tahun, juga sudah memaafkan pelaku. Dia tidak ingin lagi dibebani soal peristiwa di Minggu naas itu. “Saya hanya ingin sembuh,” katanya.

Lengan kanannya terluka cukup parah. Dokter berhasil mengeluarkan 6 buah mur dari lengan kanannya. Selain itu, “Sampai sekarang telinga kanan saya belum bisa mendengar. Saat ledakan terjadi, saya berada di samping kiri pelaku,” jelasnya.

Baca Juga :  Lembaga Riset Australia - ‘Teroris Bikin Pemerintah Bayangan di Penjara’

UKKY PRIMARTANTYO

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*