Korban DBD Di Padangsidimpuan 17 Orang, 2 Meninggal

Korban demam berdarah dengue (DBD) di Kota Padangsidimpuan (Psp), hingga Kamis (21/10), mencapai 17 orang, dua di antaranya meninggal dunia. Dan korban yang meninggal adalah Aisyah Fitri (5) dan Priandi Simatupang (3,5).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes), Drg Doria Hafni Lubis MKes, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Masrianti Khairani kepada METRO, mengaku, sebelumnya korban DBD hanya 16 orang. Lalu, bertambah satu penderita yang diduga suspek DBD, dan saat ini sedang dirawat di RSUD Psp.

Khairani menambahkan, pihaknya sedang memeriksa hasil pemeriksaan tim dokter dari RSUD Psp apakah benar-benar pasien yang dirawat positif menderita DBD.

“Masih suspek, kita sedang periksa hasil pemeriksaannya apakah positif atau tidak. Jadi, jumlah terbaru kasus DBD di Psp mencapai 17 kasus dan dua di antaranya meninggal. Kalau nanti hasilnya positif DBD, kita akan turun ke rumah korban dan ke sekolah untuk melakukan pencegahan pertama dengan melakukan fogging, sekaligus mengimbau warga untuk hidup bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Psp, dr Aminuddin, kepada METRO, Kamis (21/10) di sela-sela manasik haji akbar membenarkan, bahwa ada satu lagi pasien yang dirawat di RSUD Psp diduga suspek DBD. “Iya ada dan sudah kita laporkan ke Dinkes,” ujarnya.

Dan pasien yang diduga suspek DBD itu adalah Wahyu Amanda (10), warga Lingkungan I, Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan. Wahyu merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan Riswan (38) dan Salma (40). Ia sudah dirawat sejak Rabu (20/10).

Baca Juga :  Mahasiswa Tabagsel di Mesir Masih Aman

Menurut kedua orangtuanya, Wahyu yang saat ini duduk di kelas IV SDN 200222 di Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan, sudah menderita demam sejak 8 hari lalu. Namun, mereka menganggap hanya demam biasa.

Tetapi, semakin hari panasnya semakin tinggi sampai mengalami step, hingga kemudian mereka memutuskan untuk membawa anaknya ini berobat intensif ke RSUD Psp pada 20 Oktober lalu.

“Kami tidak tahu kalau anak kami kena DBD. Sebab, sepekan lalu masih bermain dengan teman-temannya meskipun badannya panas, makanya tidak langsung kami bawa ke rumah sakit,” tuturnya. Namun, alangkah terkejutnya mereka karena dari hasil laporan dokter yang menangani anaknya itu, bahwa Wahyu (anaknya,red) menderita DBD dan sudah stadium 3.

Melihat korban yang terus berjatuhan karena DBD, Ketua Fraksi Demokrat (FPD) DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution, mengingatkan Dinkes dan Pemko untuk segera mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) atas penyakit DBD agar penanggulangannya bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

“Sudah berapa kali kita ingatkan, antisipasi harus dilakukan, tapi tetap saja korban berjatuhan. Jika memang tidak sanggup menangani masalah DBD ini segera keluarkan status KLB agar dibantu provinsi. Kita tidak ingin bagian dari keluarga kita yang mengalaminya,” kesalnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pemkab Tapsel Beking PT. Toba Pulp Lestari Caplok Tanah Rakyat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*