Korban DBD di Sidimpuan Bertambah

Demam Berdarah Dengue (DBD) di Padangsidimpuan semakin merebak, dan jumlah korban yang terserang penyakit mematikan itu terus bertambah. Hingga siang ini,  jumlah penderita yang ditemukan bertambah 4 orang lagi.

Keempat korban itu warga Melati Seberang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Bertambahnya korban tersebut diketahaui setelah anggota DPRD Kota Padangsidimpuan bersama Dinas Kesehatan langsung turun ke lokasi.

Ketua Fraksi Demokrat, Khoiruddin Nasution, mengatakan, jumlah warga yang terserang penyakit yang disebarkan nyamuk ades aegepty itu ternyata lebih dari satu orang. “Ada 4 lagi yang tidak terdata Dinkes,” katanya.

Menurut Khoiruddin nasution, Dinkes Kota Padangsidimpuan sudah lalai dalam mengantisipasi penyakit DBD, sehingga korban terus bertambah. Padahal tahun ini Pemko menganggarkan biaya cukup besar untuk kegiatan antisipasi berbagai penyakit termasuk untuk DBD. “Tahun ini Rp276 juta,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Padangsidimpuan, Azwar Syamsi Lubis, mendesak pemerintah untuk segera membuat tabulasi data warga yang terserang DBD. Karena penyakit mematikan itu sudah menjangkiti warga sejak bulan puasa kemrain.

Dimana menurut keterangan warga kepada DPRD, sejak saat itu hingga adanya korban meninggal, belum ada tindakan apapun yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada warga dan lingkungannya.

Bertambahnya jumlah korban terserang DBD, ketika ditanyakan wartawan ke pihak Dinkes. Diperoleh jawaban bahwa Dinkes belum mengetahui hal tersebut.

“Kami belum mendapatkan data hasil diagnosa penyakit dari pihak rumah sakit, makanya kami tidak mengetahauinya,” jawab Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Padangsidimpuan Masrianti Khairani.

Baca Juga :  52 Warga Padangsidimpuan Tenggara Diserang Chikungunya

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=146967:korban-dbd-di-sidimpuan-bertambah&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*