Korban Gempa Panyabungan Trauma

Warga Desa Tangga Bosi dan Sinonoan, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, yang menjadi korban gempa kini masih trauma. Hingga Ahad (25/7) dinihari, mereka tak berani kembali ke rumah dan memilih tidur di tenda atau menggelar tikar di depan rumah.

Dari pengamatan SCTV, warga memilih tidur di tenda karena takut, meski rumah mereka sama sekali tak rusak akibat gempa 6,0 skala Richter. Mereka khawatir bakal ada gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar, setelah terjadi gempa lagi berkekuatan 5,3 SR pada Sabtu malam.

Posisi gempa semalam berada di 18 kilometer dari barat laut Panyabungan. Menurut Sekretaris Daerah Mandailing Natal Gozali Pulungan, akibat gempa susulan semalam, tiga warga mengalami luka-luka tertimpa pagar masjid yang roboh. Mereka terpaksa dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.

Berdasarkan laporan yang diterima Gozali, lima rumah dan sejumlah bangunan sekolah rusak akibat gempa yang pertama. Kendati begitu, dia belum menerima laporan mengenai korban jiwa akibat gempa.

Sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/201007/287866/Korban.Gempa.Panyabungan.Trauma

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*