Korban Meninggal Merapi 109 Orang

Para petugas dan tim SAR membawa jenasah yang ditemukan tewas terkena awan panas di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (5/11). TEMPO/Arif Wibowo

Jakarta -Korban Merapi terus bertambah. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana sampai pukul 16.30 korban meninggal dunia berdasarkan data forensik RS Sardjito bertambah 4 orang.

“Jadi total meninggal 109 orang,” tulis Andi Arief dalam akun twitternya pada Jumat (5/11).

Menurut Andi Arief dari data RS Sardjito, korban erupsi dan awan panas tadi malam sebanyak 64 orang dan pada erupsi pertama sebanyak 45 orang.

Setelah dua hari tidak berhenti menyemburkan awan panas, aktivitas Gunung Merapi hari ini mulai mereda. Tetapi belum tentu sudah aman dan tidak ada erupsi. Sebab gempa tremor masih sering terjadi dan sesekali meluncurkan awan panas.

“Aktivitas Merapi sudah agak mereda, tetapi bukan berarti sudah tidak ada erupsi, sebab tekanan magma dari dalam masih kuat,” kata Subandrio, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Jumat (5/11).

Ia menjelaskan, pengamatan visual sejak pagi masih terhalang oleh kabut. Sedangkan pemantauan melalui seismograf hanya mengandalkan satu seismometer yang berada di Plawangan, Kaliurang, Sleman. Sedangkan empat alat pemantau yang berada di dekat puncak gunung Merapi, mati karena rusak akibat diterjang awan panas. (tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ketua KPK Nilai Jero Wacik Suka Hidup Bermewah-mewah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*