Korban Merapi Setelah Awan Panas, Bau Busuk Pun Datang

%name Korban Merapi Setelah Awan Panas, Bau Busuk Pun Datang
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Bangkai hewan ternak sapi milik Adi Sehono tergeletak mati di halaman rumah akibat letusan Gunung Merapi di Dusun Kaliadem, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/10/2010).

Bangkai hewan ternak korban erupsi Gunung Merapi yang masih berserakan di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, mendesak untuk segera dibakar dan dikuburkan karena dikawatirkan akan menimbulkan wabah penyakit.

“Saat ini teknis upaya pemusnahan hewan ternak tersebut tengah dibahas bersama pemerintah desa setempat agar dapat segera dilakukan,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Klaten, Sri Muryani, Rabu (17/11/2010).

Namun, salah satu kendala untuk melakukan pemusnahan hewan ternak tersebut adalah minimnya peralatan yang dimiliki pemerintah kabupaten.

“Seharusnya alat yang digunakan adalah backhoe untuk menggali tanah lokasi penguburan sapi tersebut,” kata Sri.

Pihaknya belum dapat melakukan langkah cepat untuk mengubur puluhan bangkai ternak jika belum memiliki peralatan itu.

Sri Muryani menambahkan pihaknya juga akan mengupayakan penyemprotan desinfektan dan pembakaran bangkai ternak agar tidak terjadi penularan virus dan bakteri pada manusia.

Sekitar 100 liter cairan desinfektan yang dimiliki Dispertan Klaten, dapat digunakan untuk menyemprot lahan-lahan tempat bangkai tersebut.

“Selain alat, Dispertan juga membutuhkan bantuan tenaga relawan untuk memusnahkan ratusan bangkai ternak tersebut,” lanjutnya.

Hingga saat ini pihaknya baru menerima laporan jumlah bangkai sapi masih berada di Desa Balerante yang harus dimusnahkan 22 ekor.

Namun, kemungkinan besar jumlah ternak yang mati akibat awan panas merapi berjumlah ratusan ekor.

Dengan demikian, pihaknya masih menunggu validasi data untuk melakukan langkah konkret pemusnahan sapi tersebut.

Baca Juga :  Koruptor Lebih Takut Diberitakan

Berdasarkan pantauan hingga Rabu siang, sapi ternak warga di Dukuh Panggang, Balerante, yang mati akibat erupsi Merapi yang berjumlah ratusan ekor dan belum terevakuasi di sekitar rumah warga menimbulkan bau busuk di lereng Gunung Merapi.

Sesuai data kependudukan yang ada di Kecamatan Kemalang, jumlah ternak warga setempat adalah 1.031 ekor sapi dan 459 ekor kambing. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*