Korban Penembakan Polisi Mengadu ke Komnas HAM

[MEDAN] Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta mengusut laporan penembakan oknum polisi terhadap seorang warga, Sholat Boru Batubara (20), saat terjadinya demo pencemaran lingkungan oleh PT Sorik Mas Mining (SMM) di Kbupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

“Kasus ini perlu menjadi perhatian. Oknum yang melakukan penembakan pun harus diproses. Permasalahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan ini sudah menyangkut hidup masyarakat di sana,” ujar Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Sahrul di Medan, Selasa (31/5) malam.

Menurutnya, laporan pengduan ke Komnas HAM tersebut sudah disampaikan lewat lisan. Masyarakat pun mempunyai bukti atas kejadian tersebut. Sebuah peluru yang masih mempunyai nomor sudah disita masyarakat. Kasus ini muncul seiring dengan tercemarnya lingkungan masyarakat akibat perusahaan penambangan emas itu.

Sahrul mengatakan, kasus pembakaran kamp milik PT SMM pascademo dan penembakan tersebut, bukan dilakukan oleh masyarakat. Sebab, setelah kejadian penembakan oleh polisi, masyarakat langsung berhamburan menyelamatkan diri. Oleh karena itu, pembakaran ini pun harus diungkap.

“Tidak mungkin masyarakat berani untuk melakukan pembakaran tersebut. Ini merupakan upaya untuk memojokkan masyarakat, sehingga tidak ada lagi penolakan atas keberadaan perusahaan tersebut. Selama ini, keberadaan perusahaan itu sudah sangat mengganggu masyarakat di sana,” katanya.

Korban penembakan, Sholat Boru Batubara mengungkapkan, dirinya saat kejadian demo ada di lokasi. Korban ini sempat mendengar suara letusan yang dilepas ke udara. Setelah itu, dia kembali mendengar letusan kedua. Peluru dari letusan itu ternyata bersarang di bahu sebelah kirinya. Saat itu, Sholat langsung tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  Gol Perdana Mata Warnai Kemenangan MU atas Villa

“Demo yang dilakukan masyarakat di sana sangat jauh dari lokasi perusahaan. Masyarakat langsung dihadang oleh karyawan perusahaan dan polisi. Saya berharap agar kasus ini diproses, sehingga tidak ada lagi kemena – menaan oknum polisi dalam menyakiti masyarakat,” sebutnya. [155]

www.suarapembaruan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*