Korban Tewas di Desa Martebing, Satu Mayat Alami Empat Luka Tembak

Seperti yang diberitakan sebelumnya, satu dari dua korban tewas dalam perburuan teroris yang dilakukan aparat kepolisian  di perkebunan sawit, Afdeling I, Desa Martebing Kecamatan Dolok Masiul, Serdang Bedagai, Minggu, (3/10/2010) dievakuasi dalam kondisi mengenaskan.

1248369620X310 Korban Tewas di Desa Martebing, Satu Mayat Alami Empat Luka Tembak
Polisi dan petugas medis mengangkut jenazah salah satu tersangka yang tewas dalam baku tembak di perkebunan kelapa sawit Dusun III Pondok Sebrang, Desa Martebing, Kecamatan DOlok Masihul, Serdang Bedagai, Sumut Minggu (3/10/2010).

“Badannya hancur, mungkin kira-kira 10-25 persen badannya hancur,” kata wartawan Kompas Muhammad Hilmi Faiq yang mengikuti penyergapan itu.

Seperti yang juga telah diungkapkan Faiq, korban menolak untuk menyerah saat telah terkepung di sisi sungai yang mengalir di perkebunan itu. “Dia malah meledakkan granat yang ahttps://apakabarsidimpuan.com/wp-admin/post-new.phpda di tangannya, badannya hancur,” kata Faiq lagi.

Lantas bagaimana dengan kondisi satu mayat lainnya? Faiq mengatakan, berdasarkan pengamatannya, mayat yang tewas di tembak di lokasi yang sama itu mengalami sedikitnya empat luka tembak. “Ada di lengan kiri dan kanan, dagu dan dada, dua lokasi tembakan ini yang mematikan,” kata Faiq.

Kedua jenazah saat ini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Medan. Pihak kepolisian, kata Faiq, sempat menyampaikan imbauan kepada warga untuk tidak menyaksikan kontak tembak semacam ini dari jarak dekat. Sebab, hal tersebut sangat mungkin membahayakan nyawa mereka.

Imbauan ini terkait pamandangan yang dilihat siang ini. Ratusan warga mengabaikan peringatan polisi untuk tidak mendekat. Mereka malah terus mendekat ke lokasi kejadian. Kondisi ini sempat memaksa polisi untuk membentuk barisan guna memagari pergerakan warga.

Baca Juga :  KPK Didesak Ungkap Segudang Korupsi di Nias

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/10/03/12131265/Satu.Mayat.Alami.Empat.Luka.Tembak-4

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*