Korupsi Humas, Kejari harus serius

Dugaan korupsi bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Medan TA 2010 sebesar Rp2,049 miliar saat ini dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Sejauh ini, baru para staf di bagian Humas itu yang dimintai keterangan, sementara mantan Kepala Bagian Humas yang kini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, Hanas Hasibuan, belum dipanggil.

Wakil Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan, Khairuddin Salim, mengingatkan pihak Kejari Medan agar bekerja sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dalam menangani kasus ini. “Jangan coba-coba melanggar prosedur,” tegas Khairuddin, tadi sore.

Khairuddin juga menghimbau, agar pihak-pihak lain jangan melakukan intimidasi dan menghambat proses hukum yang sedang dilakukan. Jangan sampai ada mafia hukum yang campur tangan dalam kasus tersebut.

“Kita (Fraksi Demokrat DPRD Medan, red) tetap komit dalam pemberantasan mafia hukum di daerah ini. Apalagi pembina Partai Demokrat Pak SBY sudah menginstruksi pemberantasan mafia hukum,” ujarnya.

Dikatakan, bagi pejabat-pejabat Pemko Medan yang nantinya terbukti melakukan korupsi itu agar dijatuhkan hukuman setimpal.

Sementara Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy, menganggap Kejari terlalu dini menyikapi kasus itu. Sebab, sampai saat ini belum ada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap APBD 2010 Medan.

“Jadi, apa dasar Kejari melakukan pengusutan, sedangkan APBD 2010 belum diaudit BPK. Seandainyapun ada temuan dari pihak Kejari seharusnya dilaporkan dulu ke BPK sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengauditan,” kata Ikrimah.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Senilai Rp1,4 Miliar Di Disdik Sibolga

Dijelaskan, berdasarkan UU 17/2003 tentang pengelolaan keuangan negara disebutkan audit BPK dilakukan enam bulan setelah tahun anggaran selesai. “Sementara tahun anggaran 2010 kan baru dua bulan berlalu,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz, mengatakan pihaknya tetatp serius dalam menangani kasus-kasus korupsi. “Bukan kasus Humas ini saja, semua kasus-kasus korupsi, kita tetap serius,” tegas Dharmabella.(WaspadaOnline)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*