Korupsi Proyek Air Bersih Dumai, Mantan Anggota DPRD Siak Divonis Setahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai berkemungkinan besar akan mengajukan banding, karena tidak puas atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Dumai terhadap dua terdakwa perkara korupsi proyek pengadaan air bersih yang merugikan kas daerah Kota Dumai Rp 1 miliar.

Vonis majelis hakim dalam sidang, Senin (2/5/11) dengan ketua Hakim Barita Saragih tersebut seragam, hanya 1 tahun penjara plus dengan Rp 50 juta. Sama dengan vonis terhadap mantan Setdako Dumai Mustar Effendi yang vonisnya dijatuhkan pagi tadi.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding, karena vonis majelis hakim jauh lebih ringan dari tuntutan kami,” ujar JPU Agita kepada wartawan usai sidang lanjutan perkara proyek fiktif yang terjadi 2003 silam tersebut.

JPU wajar dan sudah sepatutnya keberatan, sebab tuntutan untuk terdakwa Fahrizal yang merupakan Direktur Utama PT Riau Mineralindo Perkasa. Mantan anggota DPRD Siak tersebut dituntut 7 tahun 6 bulan plus denda Rp 100 juta.(Riau Terkini)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*