Korupsi Rp 4,8 miliar, mantan Kasatpol PP Sumut ditahan

Merdeka.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menahan mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemprov Sumut, Anggiat Hutagalung, dan mantan bendaharanya, Paian Sipahutar, Senin (28/10). Keduanya dijebloskan ke Rutan Tanjung Gusta, setelah diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 4,878 miliar.

Anggiat dan Paian ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Oktober lalu. Keduanya disangka telah mengorupsi belanja langsung dan tidak langsung pada APBD Provinsi Sumut pada 2012. Keduanya dinilai telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Penahanan dilakukan untuk keperluan penyidikan, agar kedua tersangka tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak mengulangi perbuatannya kembali,” kata Kasi Pidsus Kejari Medan Jufri Nasution.

Sebelum ditahan, Anggiat dan Paian diperiksa penyidik Kejari Medan. Keduanya didampingi kuasa hukum prodeo yang dipilih penyidik. “Ada 15 pertanyaan yang disampaikan kepada keduanya,” jelas Jufri.

Dalam kasus ini, Anggiat yang ini menjabat staf ahli Gubernur Sumut, dinilai tidak dapat mempertanggungjawabkan pengeluaran pada anggara belanja langsung dan belanja tidak langsung di Kantor Satpol PP Pemprov Sumutpada 2012. Kerugian negara paling besar terjadi pada pos belanja langsung yaitu Rp 3,2 miliar. Sisa kerugian itu ada pada pos belanja tidak langsung.

Baca Juga :  Koordinator Aksi Keprihatinan UMTS: Sesudah Unjuk Rasa Kami Di Ajak Ber Tinju

Penyidik mendapati penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti perjalanan fiktif, honor, dan suplemen, hingga utang di rumah makan, yang belum dibayar sebanyak Rp 210 juta.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*