Korupsi, Syamsul Arifin Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Medan, Gubernur Sumatera Utara non aktif Syamsul Arifin, terdakwa korupsi APBD Kabupaten Langkat, divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Vonis tersebut disampaikan majelis hakim diketuai Tjokorda Rae Suamba di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (15/08/2011).

Selain hukuman penjara, mantan Bupati Langkat ini juga dikenakan hukuman denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan. Namun majelis tidak menghukum Syamsul harus membayar uang pengganti.

Dalam pertimbangan majelis yang mengacu kepada perhitungan BPK, Syamsul terbukti menikmati uang APBD Langkat Rp57,749 miliar. Namun ia sudah mengembalikan kepada KPK Rp80 miliar lebih.

Bahkan hakim meminta supaya KPK mengembalikan mobil Jaguar dan tanah serta bangunan di Pejaten yang telah disita kepada pihak yang memilikinya.

Sebelumnya, Syamsul dituntut 5 tahun penjara. Syamsul juga diharuskan membayar denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Ia juga harus membayar uang pengganti Rp8,21 miliar. Jika tidak sanggup membayarnya, bisa diganti dengan kurungan selama 3 tahun penjara.

Syamsul dianggap terbukti melanggar Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu jo Pasal 65 KUHP ayat 1.

Pembacaan putusan untuk Syamsul ini dihadiri oleh banyak kerabat Syamsul. Setiap sudut ruang sidang dipenuhi oleh pengunjung. Syamsul yang masih mengenakan kursi roda juga ditemani oleh dua orang suster yang setia berada tepat di. belakangnya.

Baca Juga :  Sertijab Kepala Sekolah Baru SMK Negeri 1 Aek Nabara Barumun

Baik jaksa maupun kubu Syamsul kompak meminta waktu untuk pikir-pikir.

Ditemui usai sidang, dengan sedikit terbata-bata akibat penyakit jantung kronisnya, Syamsul mengucapkan terima kasih atas putusan ini. Menurutnya, apa yang dilakukan tak lain adalah kelalaian. (BS-021)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*