KPK Akhirnya Tahan Hari Sabarno

TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menahan mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno,  Jumat    sore.  Penahanan  terhadap  purnawirawan berpangkat Letnan Jendral ini  dilakukan KPK setelah memeriksanya selama tujuh jam. Sekitar pukul 17.00 WIB  ia langsung diboyong ke  Rumah Tahanan Cipinang.

“Yang bersangkutan ditahan selama dua puluh hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat dihubungi, Jumat 25 Maret 2011.

Hari merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran tahun 2002-2005 pada Departemen Dalam Negeri. Korupsi itu telah merugikan negara sebesar Rp 86,07 miliar.  Penyidik menetapkan dirinya  sebagai tersangka sejak  29 September tahun lalu.

Meski diduga terlibat dalam korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran,  Hari berkukuh  tidak pernah menandatangani radiogram pengadaan itu. ”Saya tidak pernah tanda tangan itu dan tidak ada nota dinas atau memo saya,” kata Hari.

Soal putusan penyidik menahannya, Hari mengatakan  akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Sedangkan terkait   siapa yang akan mendampinginya dalam pembelaan, purnawirawan tentara itu berencana meminta dampingan dari Bagian Pembinaan Hukum TNI.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat Hari dengan lima pasal alternatif. Yakni Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 atau pasal 12 huruf b Undang-undang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam kasus yang sama  penyidik telah menjebloskan mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi, Gubernur Kepulauan Riau Ismet Abdullah, Walikota Makassar Baso Amiruddin Maula, Walikota Medan Abdillah dan wakilnya Ramli, serta mantan Gubernur Riau Saleh Djasit.

Baca Juga :  Usai pilpres, rupiah menguat dan pasar saham melonjak

Selain itu, penyidik juga telah menyeret Pimpinan Proyek di Kalimantan Timur Ismed Rusdani, mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, dan pemilik PT Istana Sarana Raya, Hengky Samuel Daud ke penjara. Namun Hengky kemudian meninggal dunia saat mendekam  di penjara.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*