KPK dapat info dugaan korupsi e-KTP tak hanya dari Nazaruddin

BPkK serahkan hasil audit Hambalang. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, dugaan korupsi e-KTP yang melibatkan para pejabat negara di negeri ini bukan hanya dilaporkan oleh Muhammad Nazaruddin seorang. Menurut Abraham, laporan dugaan korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu juga dilaporkan dari masyarakat.

“Terkait e-KTP bukan cuma datang dari Nazarudin ada juga informasi datang dari masyarakat,” ujar Abraham di Kantor Kemenkum HAM, Jakarta, Rabu (25/9).

Untuk itu, Abraham akan terus mengumpulkan bukti untuk memperdalam laporan-laporan tersebut. “Lagi didalami kita kumpulkan lagi karena laporan,” ujarnya.

Diketahui, Nazaruddin mengungkapkan adanya mark up dalam proyek e-KTP. Dalam skema yang ditulis oleh Nazaruddin, tertulis bos proyek e-KTP yakni Setya Novanto dan Anas Urbaningrum.

Kemudian, nama Ketua Wakil Banggar yakni Mathias Mekeng mendapat USD 500 ribu, Olly Dondokambey tertulis mendapat USD 1 juta dan Mirwan Amir USD 500 ribu. Terakhir Ketua/Wakil Ketua Komisi II DPR yakni, Haeruman Harahap USD 500 ribu, Ganjar Pranowo USD 500 ribu dan Arief Wibowo USD 500 ribu.

Masih dalam skema yang sama, tertulis dari total yang di- mark up sejumlah Rp 2,5 triliun, didapat Rp 1,775 triliun dibagi-bagikan kepada bos proyek, Kemendagri dan DPR. Sedangkan keuntungan konsorsium, selaku pemenang tender yakni 15 persen sebesar Rp 783 miliar.

Baca Juga :  Bah.. Menurut Anggota DPR: Kolam Renang Gedung Baru Bisa Bantu Padamkan Kebakaran

Pejabat negara yang dituding Nazaruddin itu beberapa waktu lalu sudah membantahnya. Ganjar misalnya, membantah ocehan Nazaruddin tersebut. (merdeka.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*