KPK Didesak Tetapkan Nurdin Halid Tersangka

NURDIN KPK Didesak Tetapkan Nurdin Halid Tersangka
Nurdin Halid

Gempuran terhadap Nurdin Halid seolah tak pernah berhenti. Bukan hanya soal pengelolaan keuangan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), melainkan juga keterkaitannya yang diduga ikut menikmati uang suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).

Seperti dalam aksi yang dilakukan Aliansi Suporter Indonesia (ASI) dan ICW. Kedua lembaga ini, Selasa (22/2), mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Mereka mendesak KPK agar menetapkan Nurdin Halid sebagai tersangka. “Ini sudah yang ketiga kalinya kami ke KPK,” ujar Apung Widadi, aktivis ICW, bersama belasan suporter yang mengenakan kostum timnas berwarna merah, saat berada di KPK.

Menurut Apung, bagi KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi, dugaan keterlibatan Nurdin dalam sejumlah kasus penyimpangan keuangan tidak boleh didiamkan. Sebab menurutnya, fakta yang ada sudah menguatkan dugaan tersebut. Misalnya peryataan Hamka Yandhu, terpidana kasus traveller’s cheque (TC), yang dalam persidangan pernah mengatakan (bahwa) Nurdin sebagai anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI waktu itu ikut kecipratan Rp 500 juta. Begitupun dengan kasus mantan manajer Persisam, Aidil Fitri, yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dalam kasus korupsi APBD, yang juga menyebut kalau dana yang dikorupsinya mengalir ke Nurdin (sebesar) Rp 100 juta.

Berdasarkan kenyataan tersebut, imbuh Apung, ICW selaku pihak yang menaruh perhatian dengan permasalahan korupsi, begitu pula dari ASI yang peduli terhadap kemajuan persepakbolaan di Indonesia, berharap agar penuntasan dugaan kasus hukum yang melibatkan Nurdin Halid disegerakan oleh KPK. “(Sebab) Bagaimana pun kan, Nurdin Halid adalah salah satu calon Ketua Umum PSSI,” celetuk seseorang dari ASI menimpali. “(Makanya) Demi tertibnya pengelolaan sepakbola di tanah air dan mengacu (pada) aturan FIFA, Nurdin mestinya tahu diri,” ungkapnya. Apung pun menegaskan, getolnya mereka mengangkat isu korupsi tersebut, bukanlah bermaksud untuk menjegal Nurdin yang maju kembali sebagai calon Ketua Umum PSSI. Melainkan menurutnya, semata untuk menegakkan hukum di Indonesia, serta sekaligus membersihkan PSSI dari berbagai praktik penyimpangan keuangan yang selama ini diduga sudah menggurita dari pusat hingga daerah. (mur/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  10 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Dibawa ke Medan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*