KPK DIMINTA TANGKAP DRS.ZULKARNAEN NASUTION

Berita ini ditulis : 10 Desmber 2008

Sumber: www.Infocorruption.worpress.com

Dengan segenap isak, tangis dan taburan air mata, warga Padangsidimpuan minta Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Drs.Zulkarnaen Nasution,MM yang diduga sebagai Aktor Intelektual hilangnya duit warga Kota Padangsidimpuan sebesar Rp. 8,5 Milyar, hal ini dituturkan banyak kalangan kepada wartawan, Selasa (11/11) di kota Padangsidimpuan. Diantaranya, Aktifis Underground Ali Imran mengatakan, meski Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan telah melakukan penahanan kepada 2 orang tersangka pelaku korupsi Rp.8,5 Milyar , bukan berarti tidak ada actor dibalik perbuatan mereka ini. Karena , mereka berdua diduga hanyalah kacung-kacung korban intimidasidari sang atasan. Ali Imran memaparkan, seperti pemberitaaan salah satu media cetak terbitan Medan, menyebutkan ada contoh memo tertulis Walikota Padangsidimpuan yang memerintahkan kepada PK untuk membayarkan sejumlah uang kepada tujuan yang tak jelas peruntukannya. Selain itu, korupsi yang nilainya sebanding dengan pembangunan untuk kepentingan ratusan warga Padangsidimpuan atau sebesar Rp. 8,5 Milyar , tidak akan mungkin dihabiskan oleh kedua orang tersebut. Menyusul masih banyak pejabat Pemko yang kekayaannya diperoleh secara mendadak setelah menduduki jabatan empuk. Seperti contoh, Rizal Siregar yang sekarang menduduki jabatan sebagai Kabag Umum, hasil pengamatan wartawan memperlihatkan beliau telah memiliki rumah ditambah dengan fasilitas mobil mewah lebih dari 1 (satu) unit, ditambah kolam ikan yang terbuat dari bahan permanent semen dan perkiraan bernilai ratusan juta rupiah kemudian Hendrik yang mantan UUDP / bendahara Pemko , juga telah membangun rumah yang bertingkat, serta memilki mobil dengan tenggang waktu kerja dipekirakan masih seumur jagung. Dari hasil temuan BPK-RI Tahun anggaran 2005 s/d 2006 yang keseluruhannya sekira Rp. 34 Milyar rupiah , juga memperlihatkan bahwa di SKPD Bagian Umum Sekretariat Pemko Padangsidimpuan juga terdapat dugaan korupsi yakni terjadinya penggelembungan harga (Mark-up –red) terhadap harga Laptop yang setelah diaudit oleh BPK-RI terlihat kerugian Negara sebesar ratusan juga rupiah. Selain itu, Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan belum juga melakukan penahanan kepada pelaku korupsi atas adanya penggelembungan harga pengadaan sewa rumah seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2005 s/ d 2006 yang kerugian menurut hasil audit BPK-RI juga mencapai ratusan juga rupiah. Atas prestasi-prestasi yang telah diukir oleh KPK dalam memberantas kasus-kasus korupsi di Negara Republik Indonesia tercinta ini, maka diharapkan agar KPK turun tangan ke Kota Padangsidimpuan. Karena kredibiltas kejaksaan sudah diragukan ,menyusul terjadinya penanganan kasus korupsi yang terkesan lambat. Dari segi nilai korupsi yang mencapai di atas 1 (satu) Milyar sudah selayaknya KPK turun ke Kota Padangsidimpuan, karena kasus korupsi ini bukan lagi kasus yang kecil, melainkan sudah menyengsarakan banyak warga. Makanya, dengan segenap isak,tangis dan air mata, warga Padangsidimpuan sangat mengharap sekali kehadiran KPK untuk mengambil alih kasus dugaan Korupsi sebesar Rp.8,5 Milyar di Pemko Padangsidimpuan, karena hak rakyat telah dirampas begitu saja tanpa ada proses hukum yang jelas dalam memberikan efek jera kepada Koruptor-koruptor di kota kecil ini.

Baca Juga :  Puluhan Massa INTeRUPSI dan AMPBB Demo DPRD Tapsel ; Tuntut DPRD Serius Bahas APBD Tapsel 2010
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*