KPK temukan Rp 1 M di lemari Bupati Madina, diduga duit suap

Rumah Bupati Madina Hidayat Hasibuan. ©2013 Merdeka.com

Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara, kemarin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari penangkapan itu, KPK juga mengamankan duit Rp 1 miliar yang diduga untuk suap.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, operasi tangkap tangan dimulai saat SP, pihak swasta, bertemu dengan Hidayat di medan.

“Kemudian sekitar pukul 12.00 petugas penyelidik KPK mengamankan SP tak jauh dari rumah HIB (Hidayat Batubara). Kemudian kita tangkap SP,” kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5).

Selain menangkap Hidayat dan SP, KPK juga menangkap Khairil Anwar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal. “Kemudian SP dan KRL (Khairil Anwar) ini kita amankan ke Kejaksaan Sumut,” ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan, kata Johan, “Diketahui ada serah terima uang sebesar Rp 1 miliar yang dilakukan oleh SP kepada KRL.”

Setelah pemeriksaan kedua orang itu, penyidik KPK kemudian memeriksa rumah Hidayat di Jalan Sei Asahan No 76, Medan. “Penyidik menemukan uang dalam bentuk rupiah yang dibungkus plastik di dalam lemari di filing cabinet,” ungkap Johan.

Dari hasil pemeriksaan, kata Johan, pemberian itu diduga berkaitan Bantuan Dana bawahan (BDB). “Ini untuk sejumlah proyek di Madina,” ucapnya.

Hingga sore ini, kata Johan, status Hidayat, SP dan Khairil masih terperiksa. “Tim masih di sana (Medan). Mereka akan diterbangkan dari Medan ke KPK,” ujarnya.

merdeka.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masyarakat Madina Dibohongi Perusahaan Tambang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*