KPU Madina Diminta Tinjau Jadwal Pemungutan Suara Ulang

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina untuk meninjau kembali penetapan hari H pemungutan suara ulang yang dilaksanakan pada 20 April mendatang sebab pada hari tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK dan MA.

Permintaan tersebut disampaikan melalui Surat Pelaksana Sekdakab Madina Gozali Pulungan SH MM tertanggal 15 Maret 2011 dengan nomor surat 130/365/TAPEM/2011 yang ditujukan kepada KPU Madina.

Disebutkan, jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang dikaitkan dengan kalender pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam peraturan Badan Standar Nasional pendidikan nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tertanggal 3 Januari 2011,ternyata pada hari yang sama merupakan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) untuk tingkat SMA/SMK dan MA.

Kondisi ini menjadi dilematis karena sesuai dengan ketentuan pasal 70 ayat (3) PP nomor 06 tahun 2005 tentang Pemilihan Umum, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil Kepala daerah, junctis PP nomor 49 tahun 2008 yang menyatakan pemungutan suara ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada hari libur atau yang diliburkan.

Penetapan tanggal 20 april 2011 sebagai hari libur memberi konsekuensi semua kegiatan baik oleh Pemerintah maupun dunia usaha harus diliburkan di Madina tidak terkecuali kegiatan sekolah termasuk Ujian Nasional ( UN ) manakala hal ini dilaksanakan dikhawatirkan agenda Ujian Nasional di Madina yang notabene juga merupakan agenda Nasional akan terganggu, karena semua guru dan siswa akan libur pada hari tersebut.pada kondisi lain di daerah Kabupaten/kota lainnya jadwal Ujian Nasional terus berlangsung dan hal ini dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya kebocoran soal ujian yng diujikan pada tanggal 20 April 2011.

Saat dikonfirmasikan permintaan pengunduran jadwal kepada KPU Madina, Kamis (17/3) KPU Madina masih melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas permintaan pengunduran jadwal dari pihak Pemkab Madina.

Baca Juga :  Kader Demokrat Berebut Diusung Jadi Wali Kota Sidimpuan

Panwaslu Sudah Ingatkan KPU

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala daerah dan Wakil Kepada Daerah (Panwaslu) Madina mengakui sudang beberapa kali mengingatkan KPU Mandailing Natal tentang hari H pemungutan suara ulang Pilkada Madina pada 20 April yang bertepatan dengan waktu pelaksanaan Ujian Nasional yang tak mungkin diliburkan.

Ketua Panwaslu Madina Drs.Muhammad Iqbal mengatakan, sejak ditetapkan oleh KPU tahapan pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada Madina telah meminta konfirmasi tentang hari H hal tersebut dikarenakan sesuai denga surat dari Badan Standar Nasional Pendidikan nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tentang prosedur Operasional Standar Ujian Nasional.

“Bertepatan pada 20 April merupakan masih melaksanakan Ujian Nasional untuk tingkat SLTA, MA dan SMK maka sesuai dengan peraturan KPU nomor 71 tahun 2009 tentang pedoman tata cara pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum Kepala daerah/wakil kepala daerah ditempat pemungutan suara pada pasal 3 ayat (3) pemungutan suara dilakukan pada hari libur atau yang diliburkan ditetapkan oleh Pemerintah/pemerintah daerah daerah atas usul KPU Propinsi atau KPU Kabupaten/kota,” ungkap Iqbal.

Bukan hanya itu kata Iqbal juga bertentangan dengan ketentuan pasal 70 ayat (3) peraturan Pemerintah RI nomor 06 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian Kepala daerah dan wakil Kepala daerah sebagaimana telah diubah,terakhir dengan peraturan Pemerintah RI nomor 48 tahun 2008 menyatakan “pemungutan suara ulang dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada hari libur atau hari yang diliburkan.

Akan tetapi kata Iqbal jawaban yang diterima dari pihak KPU Madina no 60/KPU-Kab-002.434826/III/2011 yang ditujukan kepada Panwaslu menyebutkan mengenai hari H Pemungutan suara ulang bertepatan dengan hari pelaksanaan ujian Nasional untuk tingkat SMA, MA, SMK, KPU Madina akan membuat kebijakan yaitu dengan cara memperpanjang waktu pelaksanaan pemungutan suara ulang dari pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB.

Baca Juga :  DK2P Padangsidimpuan Gelar Festival Pop Singer

“Dan pada jawaban KPU Madina juga menyebutkan adanya perkiraan adanya siswa yang berstatus pelajar tingkat SLTA relatif sangat kecil karena pemilih yang akan berhak pilih pada pemungutan suara ulang adalah pemilih yang telah terdaftar pemilih tetap ( DPT ) pemilihan umum kepala daerah/wakil kepala daerah tahun 2010 lalu mengenai tekhnis pelaksanaan pihak KPU Madina akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan,”kata Iqbal membacakan surat KPU Madina tersebut.

Akibat tidak puasnya jawaban dari KPU Madina tersebut ungkapkan Iqbal pihaknya kembali menyurati KPU Madina meminta ketegasan tentang Hari dan tanggal Pemungutan suara ulang Pilkada Madina pada 14 Maret kemarin akan tetapi sampai saat ini belum ada ketegasan dari pihak KPU Madina. (sah) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*