KPU: Tidak Setuju Parpol Masuk Penyelenggara Pemilu

P10509 18 KPU: Tidak Setuju Parpol Masuk Penyelenggara Pemilu Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU) Abdul Hafidz Anshary tidak setuju atas hasil sidang Komisi II DPR yang menyatakan anggota partai politik bisa masuk sebagai penyelenggara pemilu karena dapat membuat KPU tidak mandiri.

“Saya pribadi, tidak setuju dengan parpol masuk, karena UUD mengatakan (KPU) mandiri, mandiri itu harus terlepas. Masa peserta pemilu kok tiba-tiba jadi KPU,” kata Hafidz, usai rapat koordinasi dengan MK beserta Bawaslu di Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Menurut Hafidz, apabila para kader partai politik tersebut masuk, maka tarik- menarik kepentingan pasti dapat terjadi, sehingga kerja para penyelenggara pemilu seperti KPU tidak dapat independen.

“Paling tidak yang namanya kepentingan politik bisa terjadi,” katanya.

Hafidz juga menginginkan proses uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPU tidak dilakukan di DPR.

“Saya punya pandangan lebih jauh lagi, fit and proper test itu tidak perlu di DPR,” katanya.

Dia mengatakan kalau memang betul-betul KPU itu mandiri, bukan hanya orangnya tidak berasal dari parpol, tetapi juga harus dibentuk tim seleksi yang khusus dari DPR, pemerintah dan digabung dalam tim itu yang betul-betul independen.

“Apa pun hasilnya baru disahkan oleh presiden tanpa harus fit and proper test di DPR,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa KPU itu lembaga independen, sehingga jika fit and proper test dilakukan di DPR tidak mustahil ada tari-menarik politik.

Baca Juga :  Kunjungan Boediono Korbankan Pedagang Kaki Lima

“Paling tidak yang namanya kepentingan politik bisa terjadi. Contohnya di tahun 1999 tidak bisa ditetapkan hasil pemilu akhirnya presiden yang ikut turun tangan,” jelasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, DPR akhirnya menyepakati keanggotaan KPU boleh diusulkan oleh partai politik. Calon anggota KPU dari parpol harus mengundurkan diri dari partainya sebelum mendaftar menjadi anggota KPU.(berita8.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*