Kronologi penangkapan keponakan Hotma Sitompoel dan pegawai MA

Hotma. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menangkap dua orang yang diduga melakukan tindak praktik suap. Dua orang itu adalah Mario C Bernardo (MCB), keponakan sekaligus anak buah pengacara kondang Hotma Sitompoel dan pegawai Mahkamah Agung (MA) Djodi Supratman (DS).

“Dari tangan DS, KPK menemukan tas selempang cokelat yang terdapat uang sekitar kurang lebih Rp 80 juta diduga berasal dari MCB (Mario C Bernardo),” kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam keterangan persnya di KPK, Kamis (25/7).

Setelah menangkap tangan DS, penyidik KPK menangkap tangan Mario di kantor pengacara di kawasan Martapura, Jakarta Pusat.

Berikut kronologi penangkapan:

Kamis (25/7), pukul 11.30 WIB

Penyidik KPK mengintai DS yang keluar dari kantor MCB di Jalan Matapura No. 3 Jakarta Pusat. Kantor itu merupakan kantor Hotma Sitompul & Associates. Saat keluar, DS membawa tas cokelat yang diselempangkan di bahunya. Kemudian DS mencegat ojek dan pergi membawa tas cokelat yang diduga berisi uang tersebut.

“Dia keluar sudah menenteng tas berwarna cokelat, mencegat ojek. Kita gak tahu DS mau ke mana. Tapi KPK mendapat informasi bahwa ada penyerahan uang,” ujar Jubir KPK Johan Budi SP, saat konpers, Kamis (25/7) malam.

Pukul 12.15 WIB

Penyidik KPK terus menguntit DS yang tidak diketahui kemana tujuannya. Akhirnya, penyidik sepakat untuk memberhentikan ojek yang dinaiki DS di kawasan monas. Penyidik langsung menangkap DS dan mengamankan sejumlah uang. Ditemukan uang dalam bentuk pecahan ratusan ribu berjumlah Rp 80 juta.

Baca Juga :  Hasil Quick Count Pilpres Berbeda, Persepi Duga Ada Manipulasi

“Di dalam tas berisi uang dalam bentuk ratusan ribu rupiah. Sementara dihitung Rp 80an juta, tapi belum fix karena bisa bertambah,” ujar Johan.

Pukul 13.20 WIB

Tim penyidik yang lain juga menangkap pihak yang diduga memberi suap kepada DS, yakni MCB. MCB yang disebut-sebut sebagai keponakan pengacara kondang Hotma Sitompul itu, ditangkap dikantornya, tanpa ada perlawanan.

Pukul 13.30 WIB

DS sampai digelandang ke KPK. Tidak ada yang tahu DS masuk ke dalam Gedung. Diduga penyidik langsung membawa DS melalui pintu samping basement Gedung KPK.

Pukul 14.30 WIB

Menyusul MCB tiba di kantor KPK. Sama seperti DS, MCB diduga digiring penyidik melalui pintu samping basement Gedung KPK.

Sementara itu, penyidik yang lain pergi ke rumah DS yang belum diketahui alamatnya. Penyidik menemukan uang di rumah DS yang hingga kini masih dihitung jumlahnya. “Uang tersebut berkaitan dengan peristiwa penangkapan ini,” ujar Johan.

Pukul 18.10 WIB

Hotma Sitompul menyatakan kepada wartawan membenarkan penangkapan pihaknya oleh penyidik KPK. Namun Hotma membantah penangkapan itu terkait suap. Hotma juga mengaku bukan KPK yang menangkap anak buahnya itu.

“Dia ditangkap dia tidak sedang malakukan suap. (Yang nangkep) Itu sekelompok orang bukan KPK,” ujar Hotma saat dihubungi.

Hotma juga mengeluhkan KPK tidak menangkap sesuai prosedur. Saat menangkap tidak menggunakan identitas. “Bilangin tuh (KPK) enggak boleh tuh begitu, kita enggak tahu anggota keluarga kita dibawa-bawa ke mana, kan repot mau dicari ke mana,” keluhnya.

Baca Juga :  Mengintip Potensi Bencana 2011

Pukul 18.55 WIB

KPK mengadakan jumpa pers terkait peristiwa tangkap tangan ini. KPK mengatakan uang yang diamankan itu diduga berkaitan dengan penanganan perkara suatu kasus.

“Diduga pemberian uang itu berkaitan dengan penanganan kasus,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Kamis (25/7).

Namun Johan belum mau menjelaskan terkait perkara apa. Dua orang yang ditangkap kini masih menjalani pemeriksaan di KPK. Status mereka akan ditentukan 1×24 jam.

[merdeka.com]
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*