Kronologi Ricuh Kongres PSSI

VIVAnews – Kongres PSSI untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, ricuh saat akan dimulai pada Sabtu, 26 Maret 2011. Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) mengambil alih jalannya Kongres. Pengurus pusat PSSI memutuskan membatalkannya.

Anggota Komite Asosiasi FIFA Frank van Hattum dan Sekjen AFC Sekjen Alex Soosay batal meninjau kongres dan langsung kembali terbang ke Jakarta.

Berikut kronologinya:

09.00: Peserta Kongres mendaftarkan diri.

14.00: Ada anggota PSSI yang tidak tercantum namanya di daftar peserta. Sempat terjadi adu mulut di dalam ruang registrasi, namun akhirnya reda.

17.00: Proses registrasi ditutup.

19.30: Peserta Kongres mulai memasuki lantai 3 Hotel Premiere untuk bersantap malam sebelum Kongres dimulai.

19.45-20.00: Anggota KPPN yang tidak memiliki tanda peserta memaksa masuk ruang sidang. Sempat terjadi aksi saling dorong dengan polisi yang berjaga.

20.00-20.05: Pintu ruang sidang berhasil diterobos dan anggota KPPN duduk di kursi barisan depan. Peserta Kongres yang lain kebingungan dan berdiri di luar ruang sidang.

20.10: Wartawan yang ada di Hotel Premiere diminta menuju Hotel Arya Duta yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi Kongres.

20.15: Ketua Umum, Sekjen PSSI, Ketua Pengurus PSSI Provinsi Riau, serta utusan FIFA dan AFC menggelar sidang darurat di Bandara Sutan Syarif Hasim II. Diputuskan, Kongres dibatalkan karena situasi yang dinilai tidak lagi memungkinkan. Ketua Umum PSSI serta utusan FIFA dan AFC langsung terbang kembali ke Jakarta.

Baca Juga :  Akibat Kebun Plasma Dan Konservasi Yang Tidak Jelas, Warga Batu Mundom Tuntut BPN Tidak Terbitkan Izin HGU PT. DAL

21.30: Sekjen PSSI menuju Hotel Aryaduta untuk menggelar jumpa pers guna menyampaikan keputusan pembatalan Kongres PSSI.

22.00: Anggota KPPN tetap bersidang di Hotel Premiere.

22.31: Kongres versi KPPN memilih tujuh anggota Komite Pemilihan dan tiga Komite Banding.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*