KTP Nasional Hapus Status Keturunan

Pemberlakukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Nasional secara otomatis menghapus status WNI Keturunan. Demikian diungkap Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Utara akhir pekan lalu.

Edison yang didampingi Lurah Ancol, Fredy Setiawan, menjelaskan, dengan mengantongi KTP Nasional, maka tidak ada lagi warga yang kerap disebut sebagai WNI Keturunan. NIK Nasional ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka melakukan akurasi database penduduk.

“Tidak ada lagi perbedaan status kependudukan,” ungkap Edison.

Layanan KTP Mobil yang digelar di halaman Kantor RW 11 Ancol mendapat respon yang positif dari warga yang sebagian tinggal di permukiman elit itu. Ratusan warga pun menyerbu kantor RW 11 untuk mengurus maupun memperbarui dokumen administrasi kependudukan mereka.

Salah seorang warga, Hendro Luhur, mengatakan bahwa dirinya maupun warga lainnya menyambut baik adanya layanan jemput bola ini. “Layanan seperti ini sangat dibutuhkan warga. Apalagi bagi warga yang ekstra sibuk dengan kegiatan di kantor atau di tempat usahanya,” ujar Hendro yang juga Ketua RW 11.

Ketika dikabarkan bahwa akan ada layanan ini, ujar Hendro, warga langsung antusias. Makanya tidak heran bila banyak yang datang ke layanan ini. “Mungkin akan lebih baik jika ini digelar di RW lainnya di kawasan ini,” ujar Hendro.

Warga lainnya, Wijaya, malah menilai layanan ini sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Karena kesibukan masing-masing, warga jarang tatap muka. Dengan adanya layanan ini warga jadi semakin dekat,” kata Wijaya.

Baca Juga :  Keturunan Sultan HB IX Bersatu Tuntut Penetapan

Sementara itu Fredy memperkirakan bahwa animo masyarakat di permukiman elit sangat besar atas pelaksanaan Layanan KTP Mobile ini. “Malah masih banyak warga yang belum mengganti Kartu Keluarga miliknya dengan yang sudah komputerisasi,” jelas Fredy. Dalam pelayanan jemput bola ini, pihaknya telah terlayani 215 permohonan perpanjangan KTP dan 87 lembar perubahan dari KK lokal ke KK Nasional. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*