“Kuikhlaskan Kepergiannya, Tapi mengapa Harus Ditembak Mati…”

Ditembak Perampok – Jenazah Briptu Imanuel Disambut Histeris

Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak (28), anggota Brimobda Sumatera Utara, dibawa dari RS Pirngadi Medan menuju kediamannya di Jalan Luku 3, Padang Bulan, Medan, Rabu (18/8/2010) pukul 17.00 WIB. Keberangkatan jenazah diiringi sepasukan Brimob yang mengendarai sepeda motor dan didampingi Kasat Brimobda Sumut.

2126121p “Kuikhlaskan Kepergiannya, Tapi mengapa Harus Ditembak Mati…”Beberapa keluarga almarhum juga ikut mengantar ke rumah duka. Rasa haru dan sedih tidak tertahan dari pihak keluarga sampai meneteskan air mata. Sementara istrinya, Pristi Maulina br Hasibuan (28), menunggu di rumah duka. Sang istri kini dalam kondisi hamil 7 bulan, calon anak pertama mereka.

Briptu Imanuel Simanjuntak tewas akibat ditembak segerombolan perampok yang menyatroni Bank CIMB Niaga cabang Aksara Medan pukul 11.30 WIB tadi. Tiga tembakan menembus bagian dadanya, dan membuatnya mengembuskan napas terakhir di TKP. (www.detik.com)

Kuikhlaskan Kepergiannya, Tapi mengapa Harus Ditembak Mati…”

Fristy Martaulina Hasibuan berkali-kali tak sadarkan diri setelah menatap jenazah suaminya Briptu Imanuel Simanjuntak. Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak akan dikebumikan Jumat (20/8) di pekuburan Kristen Simpang Pemda Desa Simalingkar B Kecamatan Medan Selayang.( Berita Sore/Andi Aria Tirtayasa )

Fristy Martaulina boru Hasibuan ,28, istri dari Briptu Imanuel Simanjuntak berkali-kali terlihat pingsan di rumahnya. Di depannya terbujur kaku jenazah sang suami yang tewas ditembak kawanan perampok di Bank CIMB Niaga Jalan Aksara Medan Tembung, Rabu (18/8) sekira pk 11:30. Karena terlihat tak sadarkan diri, pihak keluarga membawa Fristy masuk ke dalam kamarnya.

Tak berapa lama kemudian, Fristy ke luar lagi dari kamar dan duduk di sisi jenazah suaminya. Para pelayat tak henti-hentinya memberi ucapan turut berdukacita. Didampingi ayahnya, Saut Satahia Haisbuan ,58, Fristy mengaku ikhlas terhadap kepergian sang suami. “Aku mengikhlaskan kepergiannya, tapi yang kusesalkan mengapa perampok itu harus menembak sampai mati. Apa tidak cukup hanya melumpuhkan saja. Kan bisa ditembak aja kakinya,” sesal  Fristy.

Baca Juga :  Tuntutan Belum Kelar, Sidang Kasus DAK Psp Ditunda Lagi

Menurut Fristy, saat peristiwa perampokan berujung maut itu terjadi, dirinya sedang mengendarai sepeda motor bersama teman sekantornya  karena sedang disuruh oleh pimpinannya ke kawasan Medan Marelan. Namun, baru sampai di Jalan Putri Hijau Medan, tiba-tiba pimpinan tempatnya bekerja menghubunginya via telefon seluler. Dari ujung telefon tersebut, Fristy mendapat kabar bahwa ada peristiwa perampokan di kantor Bank CIMB Niaga Jalan Aksara Medan dan menewaskan seorang anggota Brimob yang berjaga di bank tersebut.

“Coba telefon dulu suamimu karena ada anggota Brimob namanya Manuel yang ditembak perampok,” ujar Fristy menirukan ucapan pimpinannya itu. Karena penasaran atas  cerita pimpinannya itu, Fristy meminjam handphone temannya untuk menelefon suaminya. Berkali-kali dihubungi, HP Manuel aktif namun tidak diangkat. Tak lama kemudian, salah seorang teman suaminya yang bertugas di Padangsidimpuan menelefon Fristy. Dalam pembicaraan tersebut, teman suami korban yang bernama Parlin mengatakam suaminya ditembak oleh kawanan perampok.

Mendengar berita tersebut sontak saja Fristy menelefon sanak keluarganya namun tak seorangpun yang mengangkat. Karena perasaannya tak enak, Fristy minta tolong kepada teman sekantornya agar dirinya diantar pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, apa yang dikhawatirkan Fristy menjadi kenyataan. Bendera merah terlihat berada di ujung Jalan Luku III. Begitu sampai di rumahnya, Fristy terkulai lemas. Tak berapa lama kemudian, jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak dibawa ke rumah duka.

Turunkan Foto

Sehari sebelum suaminya tewas ditembak, Fristy menuturkan, sang suami menyuruh dirinya agar menurunkan foto korban yang berada di dinding. “Dia menyuruh saya menurunkan foto yang berada di dinding itu,” tutur Fristy mengenang. Foto tersebut merupakan kenangan terakhir saat sang suami dilantik sebagai Anggota Brimob.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Diwarisi Defisit Rp.78 M

Diakui Fristy, kenangan yang tak terlupakan itu persis sehari setelah korban merayakan ulangtahunnya yang ke 28, pada 16 Agustus 2010. “Dia meninggal dua hari setelah merayakan hari ulangtahunnya,” ujar Fristy lagi.

Sementara itu, Saut Satahia Hasibuan, mertua korban mengatakan, menantunya itu akan dikebumikan esok hari (jumat (20/8) di pekuburan Kristen Simpang Pemda Kelurahan Simalingkar B. “Setelah rembuk keluarga, akhirnya disepakati jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak dikebumikan di Simpang Pemda Kelurahan Simalingkar B,” jelas Saut Satahia Hasibuan.

Menurut Hasibuan, Imanuel Simanjuntak adalah menantu kesayangannya. “Dia tak pernah bertengkar dengan istrinya. Bahkan, setiap bulan usai gajian, gajinya langsung diserahkan kepada istrinya,” ucap Hasibuan. (www.beritasore.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*