Kunjungan Wisata ke Palas Menurun

Palas. Momen Lebaran biasanya menjadi kesempatan yang ditunggu para pengelola lokasi wisata untuk mendapatkan kunjungan tinggi ke objek wisata yang dikelolanya. Namun, kecenderungan yang terlihat pada tahun ini, jumlah kunjungan wisata menurun, khususnya kunjungan wisata domestik yang memang andalannya di musim Lebaran.

Di Kabupaten Padang Lawas (Palas), pada musim Lebaran, lokasi tempat wisata menjadi salah satu alternatif tujuan keluarga, terlebih pasangan muda-mudi. Beragam destinasi objek wisata yang ditawarkan di daerah ini, di antaranya seperti objek wisata buatan, Sisunggul Lungun, yang menawarkan lokasi air dan permainan anak-anak.

“Tahun ini menurun kunjungannya. Mungkin, sampai 30 persen. Mungkin, akibat ekonomi sulit,” kata Hj Istana, pengelola Objek Wisata Sisunggun Lungun Pasar Latong melalui Pendi Hasibuan saat ditemui MedanBisnis, kemarin.

Digambarkan, tahun ini sebenarnya sudah diprediksi bakal terjadi penurunan jumlah pengunjung. Bahkan, untuk menyiasatinya, tiket masuk dan tiket permainan sudah diturunkan harganya. “Tahun lalu, tiket masuk dewasa dibuat ibu Hj Istana sebesar Rp 20 ribu untuk dewasa, tahun ini hanya Rp 15 ribu. Untuk anak-anak, tahun lalu Rp 15 ribu, tahun ini cuma Rp 10 ribu. Itu pun jauh berkurang pengunjungnya,” papar Pendi.

Tak hanya itu, pada sejumlah lokasi tempat permainan juga berkurang penghasilan mereka. Diduga kuat, juga akibat turunnya penghasilan warga. “Iyalah, harga karet sama sawit terus turun,” tambahnya.

Baca Juga :  PSSI Dituding Lakukan Pembodohan Publik

Pantauan MedanBisnis, pada H+ 5 atau hari kelima Lebaran, objek wisata ini sudah tutup total. Beda dengan tahun lalu, pada hari kelima dan keenam Lebaran masih buka. Padahal, untuk menarik minat pengunjung, pengelola sengaja mendatangkan beberapa artis KDI dari Jakarta dan sejumlah artis dari Kota Medan.

Lain halnya dengan wisata Sisunggul Lungun, wisata alam Siraisan, meski menurun angka kunjungannya, tapi tetap membeludak. Tempat ini memang masih kurang polesan dan hanya mengandalkan keindahan alamnya berupa sungai dan hutan. Di tempat ini, jumlah warga pengunjung membeludak, bahkan sampai kemarin masih padat.

“Sebenarnya, dibanding tahun lalu, jumlah pengunjungnya sedikit menurun,” kata Hasibuan, seorang pedagang yang berjualan di tempat wisata alam ini. Begitu juga tempat puncak Parmata Sapihak yang terkenal dengan wisata sejarahnya pekuburan asal marga Daulay itu. Di momen Lebaran ini, masih cukup banyak dikunjungi warga.


(maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Ada dua faktor menurunnya pengunjung wisata di Padanglawas, pertama adalah faktor ekonomi masyarakat yang berjalan tidak stabil dengan pengeluaran sehari-hari, salah satunya penghasilan karet dari tahun 2012-2015 harganya tidak kunjung naik. Faktor yang kedua adalah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Padanglawas kurang menarik dan belum diketahui oleh banyak orang. Oleh karena itu, rekomendasi dari pembaca ialah harus meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam mengelola tempat-tempat wisata yang ada di Kab.Padanglawas. salam penghijauan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*