Kurang Asupan Gizi, Satu Kampung Lumpuh di Kabupaten Tasikmalaya

Kampung Situ Babakan, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, sungguh memprihatinkan. Daerah ini nyaris tidak ada perhatian dari pemerintah daerah atau pusat.

Ya, lokasinya terisolasi. Hanya kendaraan jenis jip atau truk engkel yang bisa masuk. Selain karena kondisi jalan yang rusak berat, juga jalannya banyak yang mendaki nan curam.

Daerah ini juga tidak merasakan adanya Jaminan Kesehatan Daerah. Buktinya, sekitar 10 warganya mengalami kelumpuhan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi.

Kondisi tersebut ditemukan ketika komunitas penghobi jip yang bernama “I am Jeep Galunggung” Tasikmalaya menggelar pengobatan gratis di kampung tersebut, Minggu siang (20/3). Warga yang mengalami kelumpuhan terpaksa dibawa keluarga ke tempat pengobatan gratis di SD Situ Babakan.

Menurut Ketua Harian “I am Jeep Galunggung”, Mizwar, jika melihat diagnosa awal, warga mengalami kelumpuhan akibat kurang gizi. Kelumpuhan yang datang secara bertahap dengan proses lama itu, akibat kekurangan kalsium serta yodium. Ya, kekurangan kedua zat itu dalam jangka lama, memang bisa menimbulkan kelumpuhan.

Mizwar mengimbau agar warga membeli garam yang beryodium. Selain itu diusahakan secara rutin mengkonsumsi makanan bergizi kendati tidak sering.

Menurut salah seorang warga, Nina (20), gejala kelumpuhan yang dialaminya sudah dirasakan sejak enam bulan lalu. Awalnya kedua kaki tidak kuat berjalan jauh. Lama-lama malah semakin lemas. Kini jika mau jalan, harus dibopong orang lain, atau memegangi tiang rumah.

Baca Juga :  Merapi Meletus Dahsyat Siang Ini Setinggi 3,5 Kilometer

Enar (55), ayah kandung Nina, mengungkapkan, kasus kelumpuhan di Kampung Situ Babakan sekitar 10 orang.

“Selain akibat stroke juga lumpuh secara bertahap. Seperti yang dialami ibu kandung saya bernama Nini Encum. Ia mengalami kelumpuhan secara bertahap.(Rakyat Merdeka)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*