Ladang Ganja 3 Ha Ditemukan Di Madina

MADINA(Berita) : Polres Madina dibantu Satuan Brimob Tapsel menemukan 600 batang tanaman ganja siap panen di atas lahan seluas 3 hektare dan 100 kg daun ganja kering siap edar di Desa Hutatinggi, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Temuan ladang ganja itu tidak disengaja. Polisi saat itu sedang menggelar operasi pencarian pelaku penikaman dan penembakan terhadap tiga warga Kecamatan Gunung Baringin yang diduga dilakukan oknum warga Pardomuan (Huta Tua).

Menurut Kapolres Madina AKBP Fauzi Sik,  dua karung ganja kering ditemukan di salah satu rumah warga yang sudah meninggalkan tempat saat dilakukan penggerebekan. “Selanjutnya, atas informasi masyarakat kita juga menemukan ladang ganja yang sudah siap panen,” ujar Kapolres.

Dia menyebutkan, dalam operasi itu pihaknya kesulitan menempuh medan karena kondisinya perbukitan terjal. Polisi juga menduga warga sudah mengetahui rencana operasi pencarian pelaku penembakan itu, terbukti sejumlah penduduk laki-laki sudah terlebih dahulu lari ke dalam hutan.

“Kita juga akan terus melakukan pengembangan demi untuk mencari tersangka penembakan warga dan petani ganja tersebut, sebab mereka (tersangka-red) termasuk juga produsen ganja dari wilayah ini,” sebutnya.

Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Madina, Jafar Rangkuty dan Iskandar Hasibuan yang juga turun ke lokasi mengatakan, wilayah ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk membuka akses transportasi sehingga tidak terisolir.

Baca Juga :  Sauber Perkenalkan C30 Akhir Januari

“Kita melihat ketertinggalan pemukiman dengan keterbatasan lapangan kerja. Sulitnya sarana transportasi dan komunikasi memudahkan sebahagian warga untuk melakukan perbuatan ilegal, misalnya berkebun ganja. Apalagi, dengan kondisi wilayah yang sulit dijangkau, maka jauh dari pengawasan aparat hukum,” imbuhnya.

Abdul Hadi, Kaur Pembangunan Desa Hutatinggi mengatakan, tidak semua warganya menjadi petani ganja. Mereka sebenarnya ingin tanaman ganja jauh dari pemukiman, tapi ada saja warga yang nekat.

“Serba salah bagi kita warga yang tinggal di desa ini. Jika memberikan informasi terhadap aparat kepolisian, takut pelakunya balas dendam kepada pelapor,” ujar Abdul Hadi.(Isk/Mfr)

beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*