Lagi, Diprediksi Gempa Besar di Sumatera

Sumber www.metrosiantar.com

sumatera Lagi, Diprediksi Gempa Besar di SumateraMEDAN-METRO (14 Oktober 2009); Sumatera berpotensi mengalami gempa besar karena tertahannya lempeng bumi yang diakibatkan pergerakan lempeng India, Australia, dan Pasifik yang berada di sebelah barat pulau itu. “Lempengan itu tertahan sekitar 400 km, mulai Pulau Batu, Nias, Sumut hingga Pulau Siberet dan Pulau Pagai Utara, Sumbar,” kata anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, Ir Raya Timbul Manurung MSi di Medan kemarin.

Raya Timbul mengatakan, Indonesia berada di tengah-tengah tiga lempeng besar, yakni lempeng India, Australia, dan Pasifik. Pergeseran tiga lempeng utama itu terjadi mulai dari kawasn timur Indonesia, melewati perairan pulau Jawa, lalu terus ke sebelah barat Sumatera hingga perairan Andaman, India.

Pergeseran lempeng bumi di kawasan timur berjalan lancar, demikian juga dengan lempeng yang berada di perairan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga ke India.

Pergerakan lempeng bumi itu justru tertahan di sebelah barat Sumatera, mulai Pulau Batu, Nias hingga Pulau Pagai Utara, Sumbar dengan panjang sekitar 400 Km.

Tertahannya pergeseran lempeng bumi itu sangat riskan karena semakin lama tertahan, dikhawatirkan akan menimbulkan lepasan energi dua lempeng bumi (inter plate) cukup besar yang menimbulkan potensi gempa cukup besar.

Gempa yang muncul akibat tertahannya pergeseran lempeng bumi berbahaya karena biasanya di atas 8 skala richter (SR) dan terjadi di laut dangkal. Gempa yang terjadi di Sumbar pada 30 September 2009 yang menghancurkan ribuan rumah itu hanya gempa yang disebabkan patahnya satu lempengan bumi (inner plate) dan terjadi di 71 Km kedalaman laut.

Baca Juga :  Anti Nyamuk Bakar 3 Rumah Di Kel. Sidangkal P.Sidimpuan Selatan

Gempa yang disebabkan pergeseran dua lempeng bumi yang tertahan jauh lebih besar, apalagi jika terjadi di laut dangkal.

“Kalau itu yang terjadi, Sumut, Sumbar dan sebagian Bengkulu akan rusak parah,” kata alumni teknik geologi UGM tersebut.

Namun, kata dia, gempa yang terjadi di Sumbar baru-baru ini belum diketahui apakah menyebabkan berkurangnya penahanan geseran lempeng bumi yang berada di sebelah barat pulau Sumatera tersebut.

Selain itu, masyarakat patut berharap agar terjadi gempa-gempa kecil yang diperkirakan mampu mengurangi penahanan pergeseran dua lempeng bumi di sebelah barat pulau Sumatera.

“Malah (gempa-gempa kecil) itu bagus karena akan mengurangi tekanan pergerakan lempeng bumi yang tertahan,” katanya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Sumbar pada Rabu (30/9) pukul 17:16 WIB yang terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT) dengan pusat gempa berada pada 57 Km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar, dengan kedalaman 71 Km.

Pada pukul 17:38 WIB terjadi gempa susulan dengen kekuatan 6,2 SR pada episentrum 0,72 LS dan 99,94 BT dan pusat berada di 22 Km barat daya Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 110 Km.

Gempa itu menyebabkan ratusan bangunan di Sumbar hancur dan menewaskan ratusan korban jiwa. (int)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dugaan Proyek Fiktif PemKab. Tapanuli Selatan Diusut DPRD

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*