Lagi…..! Jalinsum Aek Latong Macet 14 Jam

MACET- Jalinsum Aek Latong yang macet selama 14 jam akibat diguyur hujan seharian, kemarin (15/6). Antrean kendaraan mencapai 3 kilometer

Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) macet selama 14 jam, mulai Senin (14/6) malam sekira pukul 23.00 WIB sampai Selasa (15/6) siang sekira pukul 13.00 WIB. Antrean kendaraan mencapai tiga kilometer. Macetnya Jalinsum tersebut diakibatkan hujan yang turun selama satu hari penuh.

Pantauan METRO, Selasa (15/6), Jalinsum Aek Latong yang rusak parah menjadi jalur yang rawan kemacetan, terutama setelah diguyur hujan yang kerap terjadi. Kemacetan diperparah dengan kondisi jalan yang susah dilalui karena licin, menanjak, dan saling serobot di antara pengguna jalan. Sehingga semakin menambah sesaknya antrean kendaraan bermotor. Apalagi saat itu volume kendaraan yang hendak lewat tergolong banyak, baik yang hendak menuju Kota Medan ataupun sebaliknya ke Tapsel.

“Kemacetan sudah terjadi sejak tengah malam (Senin malam, red), akibat kondisi jalan yang berlumpur dan sulitnya melewati tanjakan setelah diguyur hujan,” kata S Siregar warga sekitar.

Kapos Lantas Polsek Sipirok, Aiptu Allen Silitonga keapda METRO mengatakan, antrean kendaraan baru berakhir pada Selasa (15/6) siang sekira pukul 13.00 WIB. Ini setelah lumpur sedikit mengering setelah disinari terik matahari.

“Antrean kendaraan terjadi sejak jam 11 malam tadi (Senin malam, red), dan baru pukul 13.00 WIB (Selasa, red) selesai,” sebut Allen.

Truk Pengangkut Ayam Terbalik

Sementara itu, akibat rusak dan licinnya Jalinsum Aek Latong, mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas. Satu unit truk jenis Colt Diesel dengan nomor polisi (nopol) BK 8552 NT yang dikemudikan Hendra, warga Jalan Imam Bonjol, Tebing Tinggi terbalik di jalan tanjakan Aek Latong, Selasa (15/6) siang sekira pukul 11.00 WIB. Truk tidak kuat melewati tanjakan yang curam dan licin.

Baca Juga :  Petinju Tapsel Menuju Sea Games

Amatan METRO, Selasa (15/6) di lokasi jalan rusak Aek latong, truk yang bermuatan ayam potong dari Kota Medan dengan tujuan Padangsidimpuan tersebut sudah terjebak dalam antrean panjang. Namun ketika tiba giliran untuk melalui tanjakan, truk langsung tancap gas mendaki tanjakan yang curam dan licin. Namun, belum pada posisi aman menaiki tanjakan, truk seolah kehabisan tenaga dan mundur dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya terbalik.

Beruntung, sopir truk selamat dari lakalantas tersebut. Namun puluhan ayam potong muatan truk tersebut mati. Dengan bantuan masyarakat dan pihak kepolisian setempat serta menggunakan alat berat milik Dinas PU Sumut, sekitar 30 menit kemudian, posisi truk tidak lagi terbalik.

Ismail (34), salah seorang warga kepada METRO mengatakan, diduga sopir truk ragu-ragu untuk melewati tanjakan. “Melihat kondisi jalan, kemungkinan sopir truk ragu-ragu. Dan setelah mesin truk kehabisan ‘nafas’ mungkin dia (sopir, red) langsung gugup,” ucapnya.

Kapolsek Sipirok AKP S Nainggolan ketika dikonfirmasi melalui Kapos Lantas Sipirok, Aiptu Allen Silitonga mengatakan, akibat tidak mampu menaiki tanjakan, truk lalu mundur dan terbalik.

“Tidak mampu melewati tanjakan, lalu sopir gugup, dan truk mundur lalu terbalik,” ujarnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Jalinsum_Aek_Latong_Macet_14_Jam

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hari Pertama..., Pelamar di Tapsel Masih Nihil

2 Komentar

  1. Untuk SARASI neh ada tantangan perbaikan jalan AEK LATONG dari dulu tdk beres klo ditanya kpd dinas PU katanya konstruksi tanah yg bergeser (labil) .. alasan yg logis memang tapi apa nggak ada solusi nya dgn teknologi canggih,, sedangkan jalan yang tidak pake tanah bisa dibuat contohnya jembatan SURAMADU…

  2. Untuk SARASI neh ada tantangan perbaikan jalan AEK LATONG dari dulu tdk beres klo ditanya kpd dinas PU katanya konstruksi tanah yg bergeser (labil) .. alasan yg logis memang tapi apa nggak ada solusi nya dgn teknologi canggih,, sedangkan jalan yang tidak pake tanah bisa dibuat contohnya jembatan SURAMADU… haha ha ha katakan aja coy biar tiap tahun ada kerjaan yg menjajnjikan kocek.. NAH SARASI apakah ini masih berlanjut terusssss kita lihat kemampuan mu atasi masalah yg hanya sepele bila di bandingkan dgn membawa masyarakat untuk sejahtera

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*