Lagi, Massa Minta Kadisdik Tapsel Dicopot

17232555ff603dc688871ba820d0944919e87479 Lagi, Massa Minta Kadisdik Tapsel Dicopot
[Foto: Parningotan Aritonang]
Massa ARM berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Tapsel di Jalan Sori Pada Mulia Sadabuan, Rabu (30/1).
TAPSEL– Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat kembali berunjuk rasa di kantor Bupati Tapsel, Jalan Kenanga dan Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Sutan Soripada Mulia, Rabu (30/1).

Massa berkisar  seratusan orang ini kembali menuntut bupati agar mencopot M Ikhsan Lubis dari jabatannya. Sebab, dalam pengerjaan proyek DAK sekolah tahun 2012 banyak yang gagal. Kemudian ada indikasi DAK dan proyek block grant di Kabupaten Tapanuli Selatan banyak yang diselewengkan.

Seperti pembangunan gedung baru SMPN 5 Kecamatan Angkola Timur yang menelan anggaran hingga Rp1,7 M yang dinilai sarat dengan penyelewengan.  Juga gedung SDN 101460 Aek Nabara Kecamatan Marancar, yang juga terindikasi peyelesaian pengerjaannya terlambat pada 2012 lalu.

Massa kecewa dengan tidak adanya  respon Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, sehingga massa kembali melempari Kantor Bupati Tapsel  dengan tomat busuk yang menandakan kekecewaan massa atas kebobrokan Syahrul sebagai Bupati Tapsel.

“Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu dalam kepemimpinannya dinilai telah gagal, sampai tiga kali kita aksi, ia tidak pernah berani menghadapi kita. Konon katanya Syahrul lagi ada tugas di Jakarta,” ungkap Amir Hamzah Harahap, koordinator aksi didampingi Andi Lumalo Harahap koordinator lapangan.

Lalu massa bergerak menuju kantor Dinas Pandidikan Tapsel di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan, guna menuntut pertanggung jawaban Kadisdik M Ikhsan Lubis dalam penanganannya terhadap dinas tersebut. Menurut mereka Ikhsan telah gagal dan harus mundur dari jabatannya.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Konsisten Benahi Tor Simarsayang

Sesampainya di Kantor Disdik Tapsel, massa kembali melakukan orasi. Namun hingga setengah jam lebih berorasi, tak satupun, pejabat Disdik yang datang menemui mereka.  Disebabkan  itu, perwakilan massa sekitar 10 orang mensweeping kantor mencari keberadaan Kadis Pendidikan M Ikhsan Lubis.

Namun, meski mereka telah mencari di seluruh kantor, M Ikhsan Lubis, tak kunjung ditemukan. Perwakilan massa hanya berhasil menemukan Sekretaris Dinas Pendidikan Tapsel, Monalisa, di dalam kantor.

Kemudian terjadi dialog antara Monaliza dan perwakilan massa. Saat dialog di dalam kantor ini , massa kecewa karena sekretaris tidak dapat menjawab pertanyaan pendemo sehingga massa akhirnya memilih membubarkan diri.

Selama dua kali aksi ke kantor Disdik, Kadis M Ikhsan Lubis  dan Kabid Sarana Prasarana Idris, selalu tidak hadir. Dugaan makin kuat terhadap dua pejabat Disdik Tapsel ini dalam penyelewengan dan pengerjaan DAK 2012 yang dinilai ada indikasi mark-up.

Bahkan dalam aksi ketiga ini, keprihatinan massa bertambah atas dunia pendidikan Tapsel dengan terbuktinya salah satu sekolah mengajak muridnya mengangkat batu untuk pembangunan, padahal semua biaya pembangunan termasuk tukang telah ada peruntukannya.

“Ironis memang pendidikan Tapsel ini, yang seharusnya anak sekolah dapat belajar dengan tenang malah disuruh mengangkat batu. Apakah ini tidak cukup bukti bahwa pendidikan Tapsel itu bobrok di bawah kepemimpinan Bupati Syahrul M Pasaribu dan Kadis Pendidikan M Ikhsan Lubis,” tukas Andi Lumalo. (tan)

Baca Juga :  Makanan yang Bisa Atasi Perut Kembung

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*