Lagi, Tikus Serang Tanaman Padi Di Desa Gunung Tua Tonga

Para petani di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak, Paluta resah akibat kembalinya serangan hama tikus. Karena serangan hama tikus tersebut, jelas akan mengganggu tanaman padi petani dan berpotensi menurunkan hasil produksi tanaman padi mereka.

Salah seorang petani di Desa Gunung Tua Tonga, H Harahap (45) kepada METRO, Selasa (31/5), mengaku resah, karena serangan tikus yang semakin menjadi-jadi. Bahkan bibit padi yang baru berumur dua minggu ditanami, langsung dibabat habis hama tikus tersebut.

“Kita sangat resah dengan adanya serangan hama tikus ini. Memang, sebulan terakhir kita melakukan gotong-royong atau penangkapan tikus secara bersama dengan melibatkan puluhan bahkan ratusan petani di Desa Gunung Tua Tonga. Namun, sekarang hama tikus itu timbul lagi dan merusak tanaman padi kita,” ucapnya.

Harahap mengaku menanam padi di lahan seluas setengah hektare. Kini padinya berusia satu bulan. ”Sebenarnya padi ini sudah saatnya dipupuk untuk kedua kalinya. Tapi karena serangan tikus ini, saya belum berani memupuk, saya biarkan saja dulu,”ucapnya.

Untuk membasmi tikus-tikus tersebut, ia dan para petani sudah mengupayakan banyak cara, namun hasilnya hanya sementara. Beberapa hari kemudian, tikus sudah kembali merajalela lagi. Hal senada diungkapkan, M Dasopang, ia mengaku, akibat serangan hama tikus itu, kini tanaman padi petani di sekitar sawahnya  banyak rusak. “Hampir semua tanaman padi warga di desa ini rusak akibat hama tikus,” ucapnya.

Baca Juga :  Untuk Optimalkan PAD, Dishub Palas Diminta Diminta Pasang Plank Tarif Parkir

Ia menjelaskan, petani telah berupaya melakukan pemusnahan hama tikus yang menyerang tanaman mereka, namun belum berhasil. Serangan hama tikus di desa ini sudah berlangsung sejak sepekan lalu. Keduanya berharap, instansi terkait segera turun dan melakukan pencegahan dan membasmi hama tikus tersebut sehingga hasil produksi tanaman padi mereka tidak turun lagi. (thg/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*