Lakalantas di Sidimpuan 27 Kasus

Sepanjang 2010, Polres Kota Padangsidimpuan menangani 37 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Jumlah ini berkurang tujuh kasus dibanding tahun sebelumnya dengan 44 kasus.

“Kasus lakalantas berkurang. Tapi korban meninggal dunia bertambah dari 25 pada 2009 dan 29 korban di 2010,” kata Kapolresta Padangsidimpuan, AKBP Andi Syahriful Taufik, melalui Kasat Lantas AKP Asmara, pagi ini.

Menurut dia, dari 37 kasus yang timbul selama 2010 tersebut, pihaknya berhasil menyelesaikan 31 kasus. Sedangkan 6 kasus sisanya menjadi tunggakan penyelesaian di 2011. Kasus kecelakaan itu paling banyak melibatkan sepedamotor. Hal ini terjadi karena masih ada masyarakat pengendara yang kurang tertib berlalulintas dan maraknya aksi balapan liar.

Adapun jumlah kerugian materi akibat 37 kasus kecelakaan itu sebanyak Rp 41 juta. Korban meninggal dunia 29 orang, luka berat 19 orang, dan luka ringan 14 orang. Ditanya mengenai tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, menurut Asmara, sebenarnya di Padangsidimpuan sudah tergolong hampir memenuhi standar.

Hanya saja masih ada segelintir orang yang nakal dan melanggar tertib berlalulintas. Kemudian masih ada pengendara dari luar daerah  yang berkunjung ke Padangsidimpuan dan kurang faham rambu-rambu.

“Tertib berlalulintas sudah tergolong baik di Padangsidimpuan. Memang masih ada pengendara sepedamotor, khususnya remaja yang berkendara ugal-ugalan dan menganggap itu sebagai kebanggaan,” ucapnya.

Penyadaran berupa sosialisasi tertib dalam berlalulintas sudah seringkali dilakukan Polresta Padangsidimpuan ke masyarakat, khususnya ke sekolah-sekolah tingkat atas atau SMA.

Baca Juga :  H. Khoiruddin Nasution, SE.; Usut Tuntas Kasus PS Sidimpuan !!

Tindakan berupa sosialisasi langsung kepada pengendara yang melintas di jalan raya atau Operasi Simpatik juga sering dilakukan. Namun masih ada yang tidak perduli, sehingga sering terjaring razia dan juga menjadi korban kecelakaan.

“Kepada seluruh pengendara di Padangsidimpuan diminta agar tertib dalam berlalulintas dan patuhi rambu-rambu. Karena dengan tertib saat berlalulintas berarti bisa menyelematkan nyawa manusia,” pesan Asmara.

Kepada para orangtua diminta agar menjaga anak-anak remajanya dalam berkendara. Jangan terlalu mudah dibebaskan untuk membawa sepedamotor, karena jika mereka ugal-ugalan maka sama saja dengan membiarkan mereka menghadapi bahaya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*