Lampu jalan Kotanopan tak berfungsi

Penerangan lampu jalan yang memiliki fungsi dan manfaat cukup banyak, kenyataan di Pasar Kotanopan sebagai ibukota Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, lampu-lampu jalan tidak berfungsi dengan baik, sehingga terkesan hanya sebatas hiasan tiang listrik.

Sejumlah warga di wilayah mempertanyaan dana perawatan lampu jalan.Pasalnya, pembayaran pajak penerangan jalan setiap bulan dibayar warga melalui rekening listrik PLN, namun sudah sejak lama lampu jalan tidak menyala pada malam hari.

Sangkot Syukur Nasution, tokoh masyarakat Kotanopan, mengatakan seharusnya dengan adanya lampu jalan, sejumlah tempat yang biasanya gelap gulita menjadi terang. Dengan kondisi yang terang seperti itu, langsung atau tidak langsung dapat mengurangi aksi tindak kejahatan di jalan maupun di lingkungan rumah warga.

“Namun amat disayangkan, meski penerangan lampu jalan tersebut memiliki fungsi dan manfaat yang cukup banyak, kenyataan di ibu kota Kotanopan hanya sebatas hiasan tiang listrik belaka karena lampu yang banyak manfaatnya itu justru sejak lama tidak menyala pada malam hari,” katanya, tadi malam.

Banyaknya lampu penerangan jalan rusak akibat tidak adanya perawatan  di ibu kota kecamatan Kotanopan juga diakui Lokot Husda Lubis. Kata dia, persoalan lampu rusak di Kotanopan terkesan dibiarkan begitu saja, karena sampai saat ini belum terlihat adanya langkah kongkrit yang telah dilakukan pihak terkait.

Menurut dia, agar persoalan itu tidak berlarut-larut dan keberadaan lampu jalan tidak mubazir, diharapkan secepatnya pihak Pemkab Madina bisa mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga :  Tapsel Belum Miliki RTRW

Camat Kotanopan, Awaluddin Lubis, dihubungi melalui telefon selular mengakui banyaknya lampu penerangan jalan mati.”Sudah lama lampu penerangan jalan tidak berfungsi, kalau malam hari jalan jadi gelap, karenanya instansi terkait perlu segera melakukan perbaikan,” harapnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*