Lanjutan Sidang Dugaan Kasus Mantan Kadis Kehutanan Tapsel – Saksi Kehutanan Akui Terdakwa HJ Berhak Ajukan Permohonan SKSKB

Padanbgsidimpuan,Persidangan dengan Terdakwa Ir. SS dengan No. 200/Pid.B/2012/PN.Psp yang terkait dengan tuduhan Pemalsuan Dokumen SKSKB yang digelar di PN.Padangsidmpuan (Kamis 5/7) mengahdirkan saksi Amri Barani Harahap dari Din Hut kab Tapsel, dan dalam kesaksiannya Amri mengungkapkan selama diperiksa di Polda Sumut dokumen yang hanya diperlihatkan kepadanya saat diperiksa hanyalah SKSKB yang diterbitkannnya dan Surat Perdamian No. 27 Tahun 2009 sehingga dalam BAPnya ianya menyimpulkan bahwa Terdakwa HJ tidak berhak membuat permohonan SKSKB kayu-kayu produksi IPK PT.PLS sedangkan surat  Perjanjian antara Budianto (aseng Naga) dengan HJ yang dibuat Maret 2008 tidak pernah diperlihatkan.

”Jika seandainya saya diperlihatkan oleh penyidik Polda saat itu surat Perjanjian antara Budianto (aseng Naga) dengan HJ yang dibuat Maret 2008 maka sudah pasti keterangan saya yang menerangkan bahwa HJ tidak berhak membuat permohonan SKSKB dalam BAP saya tidak akan saya nytakan demikian karena setelah saya membaca Perjanjian antara Budianto (aseng Naga) dengan HJ yang dibuat Maret 2008 didepan persidangan kemarin barulah saya yakin bahwa sebenarnya pemilik kayu hasil produksi eks IPK PT.PLS adalah HJ.”

Hal itu diterangkan Amri barani Harahap didepan persidangan Pengadilan Negeri Padangsidmpuan saat dipertanyakan baik oleh Hakim maupun Penuntut Umum serta Penasehat Hukum Ir.SS yakni Marwan Rangkuti. Dalam persidangan itu terdapat perbedaan pendapat oleh hakim I dan II dalam menilai keterangan saksi Amri, dimana Hakim I yakni Ivan Lodewyk Simanjuntak,SH,MH menilai pertanyaan yang terdapat dalam BAP saksi Amri sangat menjerat dan juga meminta agar saksi tidak menerangkan yang bukan kewenangannya dalam menilai surat permohonan SKSKB, sedang hakim II yakni Sobirin,SH.M.Hum menyimpulkan saksi Amri mempunyai kewenangan menilai permohonan SKSKB, dan selanjutnya akhirnya AMRI menegaskan bahwa dengan telah dibacanya Perjanjian antara Budianto (aseng Naga) dengan HJ yang dibuat Maret 2008 bahwa HJ berhak mengajukan permohonan SKSKB karena selaku pemilik kayu.

Baca Juga :  Pernak-pernik Pemilukada Walikota P.Sidimpuan Bermunculan

Penasehat Hukum SS yakni Marwan Rangkuti menambahkan denagn adanya faktadidepan persidangan itu  bahwa proses penyidikan  perkara ini tidak dilakukan secara fair dan diduga adanya rekaysa untuk menjerat Terdakwa “kami selaku Penasehta Hukum Terdakwa sangat prihatin masih adanya pola-pola dugaan rekayasa perkara sebagaimana yang terungkap didepan persidangan tadi, ini menunjukkan bahwa jika perkara ini disidik dengan benar dan professional maka klien kami ataupun poerkara ini TIDAK layak maju karena tidak memenuhi bukti materiil maupun formil, dan akibatnya klien kami teraniaya adanya perkara yang dipaksakan ini” tambah Marwan dirunag kerjanya setelah mengikuti persidangan pada wartawan (Jumat 06/07) – (Marwan Rangkuti marwanrangkuti@rocketmail.com )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Susah kalau pengacara Marwan Rangkuti cuma punya ilmu pidana umum bukan pidana kehutanan. DR/PSDH yg dibayar Herry Jusman dan dir boneka Tomsihar Silaen utk LHP 23 Maret 2007 s/d November 2009 volume 22.625,54 M3. Sementara utk kayu 46.788,18 M3 yg tidak dibuat LHP dan baru ketahuan dlm BAP Stock Opname Dishutpropsu tak dibayar sebingga disidik Kejatisu. Jangan ke publik awam mau digiring opini, sama pakarlah diskusi dulu baru ngoceh ke khalayak. Ini namanya manipulatif opinion.

  2. Wah, ini sih debat kusir atau sirkus? Apa bisa rupanya mau menang dewe tuntut hak ingkar kewajiban? Kayunya hak milik HJ (Herry Jusman managemen pemilik lama Mujur Timber Group) tapi hak negara yang melekat pada kayu itu berupa Setoran DR & PSDH mau dielakkan dan diputar-balik lalu `dibuang` jadi kewajiban pemilik baru Prianto & Budianto/Aseng Naga?
    Bah, nampaknya si pengacara pengen jadi plagiat lawyer beken skandal Hotman Paris Hutapea, kalau dulu dia ngetop bebaskan Adelin Lis kini mau niru agar bebaslah sang klien mantan epigon Mujur Timber Group si operator Herry Jusman?
    Okelah kalau gitu, let`s wait and watch !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*