Laporan Korban Sindikat CPNS Terbanyak dari Tapsel

Kantor Badan Kepegawain Nasional (BKN) di Jakarta menerima pengaduan dari para korban sindikat penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010. Sejak meja pengaduan dibuka Juli 2010, hingga saat ini sudah ratusan laporan yang masuk ke BKN, dengan korban mencapai sekitar 2.000 orang.

Ini bisa terjadi lantaran satu kasus dengan korban puluhan, ada yang dibuatkan satu laporan saja. Korban terbanyak yang lapor berasal dari wilayah Sumut. Dari beberapa kabupaten/kota di Sumut, laporan terbanyak dari Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Medan.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, yang menjadi korban sindikat penipuan bukan hanya para pelamar CPNS, namun juga para tenaga honorer, yang dijanjikan bisa lolos menjadi PNS dengan membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Jika ditotal, kerugian para korban sudah mencapai angka miliaran rupiah,” ujar Tumpak Hutabarat di Jakarta, kemarin.

Dia menyebut, laporan korban terbanyak dari Sumut. Dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Sumut, laporan terbanyak dari Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Medan. Setelah Sumut, laporan terbanyak di bawahnya adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan NTT. Hanya saja, Tumpak tidak menyebutkan jumlah laporan per daerah lantaran datanya tidak dia bawa.

Dia hanya memastikan korban penipuan tersebar di hampir seluruh daerah. Yang membedakan hanya jumlahnya saja. Tumpak yakin, laporan akan terus masuk ke BKN lantaran pelaksanaan seleksi CPNS di semua daerah waktunya tidak bersamaan. Laporan masuk diprediksikan bergelombang.

Mengenai modus operasi penipu, kata Tumpak, ada yang perorangan, ada yang berkelompok atau sindikat. Para pelaku ini sangat profesional dan lihai, sehingga untuk kasus di Jawa Timur, banyak pejabat yang tertipu. Seorang kepala dinas di Jatim misalnya, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga :  Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Dan Trans Tapsel - Sejak 2009 Terlantar dan Mubajir

“Dia menjadi korban orang yang mengaku orang dari BKN. Lantas mentransfer uang ke orang yang kini keberadaannya tak jelas. Mestinya, sebagai pejabat, kalau ada orang yang mengaku orang BKN, ya tanya ke kita dong, apa benar si A minta uang,” kata Tumpak.

Para penipu itu bisa beraksi mulus, sebagian lantaran ada yang membawa surat lengkap berlogo BKN dan ditandatangani pejabat berwenang. Karenanya, dia mengingatkan masyarakat agar bertanya langsung ke BKN bila menemukan orang yang minta uang dengan janji bisa meloloskan jadi CPNS. BKN, lanjut Tumpak, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian di daerah yang marak terjadi aksi penipuan ini.

Dimintai tanggapan atas banyaknya kasus penipuan di Sumut, anggota Komisi II DPR Amrun Daulay mengaku sudah bisa menduga sebelumnya. Pasalnya, dari pengamatannya, cukup banyak calo yang bermain di wilayah Sumut, yang mencoba mempengaruhi Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai PTN yang digandeng pemda menyeleksi hasil tes CPNS.

“Semua yang akan main, mencoba menembus USU, malah hancur. Berharap ada beking, tapi gagal semua,” ujar Amrun. Komisi II DPR merupakan mitra kerja Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan BKN.

Amrun menilai, banyaknya laporan korban penipuan ini bisa dimaknai bahwa sistem rekrutmen CPNS 2010 sudah mulai baik dan ketat, sehingga tidak gampang ditembus calo. “Sehingga korbannya banyak,” ujar mantan bupati Tapteng ini. Jika masih ada yang berhasil, lanjutnya, kemungkinan besar hanya spekulasi saja. Jika diterima si calo dapat duit, kalau gagal uang dikembalikan.

Baca Juga :  FINAL PIALA AFF - Markus Absen, Ferry Rotinsulu Siap Tempur

Mengapa korban di Sumut bisa tertinggi? Mantan dirjen di Depsos ini mengatakan, hal ini tidak lepas dari sebagian besar warga Sumut, terutama suku-suku tertentu, yang masih mengidolakan PNS sebagai status terhormat. Agar tidak terulang lagi di masa mendatang, Amrun menyarankan agar BKD-BKD di wilayah Sumut rajin menyosialisasikan masalah penerimaan CPNS ini ke masyarakat.

“Para Kepala BKD mesti sering bertemu wartawan untuk menyosialisasikan ini. Bahwa hanya yang pintar saja yang bisa jadi PNS, bukan lewat calo. Di Medan, tahun ini banyak anak tukang becak bisa diterima jadi PNS karena pintar,” ujar Amrun. (sam) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*