Larangan Ahmadiyah – FPI Demo Sultan, Kepatihan Ditutup

%name Larangan Ahmadiyah FPI Demo Sultan, Kepatihan Ditutup
Abdi dalem keprajan dengan memakai pakaian Jawa lengkap antre bersalaman dengan Gubernur DIY Sultan HB X didampingi wakilnya KGPAA Paku Alam IX dalam Syawalan Abdi Dalem Keprajan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

KOMPAS.com – Ratusan polisi mulai bersiap siaga di kantor gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepatihan, Yogyakarta sejak Rabu (9/3/2011) pagi untuk mengamankan unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) DIY dan Jawa Tengah. Kendaraan strategis dan water canon disiagakan di pintu gerbang Kepatihan. Bahkan sejak pukul 12.00, pintu gerbang masuk ke Pendopo Bangsal Kepatihan sudah ditutup.

Rencananya, siang ini pukul 13.00, sekitar 500 anggota FPI dari DIY dan Jateng akan berunjukrasa di Kantor Gubernur DIY. Mereka mendesak Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono menerbitkan Surat Keputusan larangan beraktivitas pada Jamaah Ahmadiyah. Untuk mengamankan aksi ini, Kepolisian Resor Kota Besar Yogyakarta telah menyiagakan 600 petugas polisi.

Adapun demo tersebut dilakukan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tidak perlu melarang kegiatan Ahmadiyah di DIY. Sebelumnya Jawa Timur dan Jawa Barat melarang segala bentuk kegiatan Ahmadiyah di wilayah masing-masing.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*