Laskar Merah Putih Kota Padangsidimpuan Siap Ciptakan Kader Bela Negara

Ketua umum & ketua harian LMP KOTA PADANGSIDIMPUAM M.RIDWAN. OKTOBER SITOMPUL

PADANGSIDIMPUAN: Organisasi masyarakat Laskar Merah Putih (LMP) menyesalkan pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanudin yang mempertanyakan rencana Kementerian Pertahanan (Kemhan) membentuk kader Bela Negara sebanyak 100 juta orang dalam waktu 10 tahun.

Gagasan Kemenhan ini dinilai membutuhkan anggaran yang tinggi. Menurut Hasanudin, ada banyak masalah yang akan menghalangi rencana itu, diantaranya regulasi.

Pernyataan tersebut mendapat reaksi beragam di tengah masyarakat. Ada yang pro maupun kontra.

Ketua Umum Laskar merah putih kota padangsidimpuan M.RIDWAN NST.akhirnya Buka suara, bahwa sebagai anggota DPR RI harusnya mendukung terbentuknya kader bela negara yang diusulkan Kemhan .

“Kader bela negara merupakan salah satu komponen dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Kami sangat menyesalkan pernyataan TB Hasanudin. Laskar Merah Putih dengan slogan NKRI harga mati, tentu sangat mendukung setiap kebijakan ataupun upaya pemerintah dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI,” ujar ketualaskar merah putih kota psp, saat ditemui di Markar LMP di  kota padangsidimpuan jalan sm raja sitamiangbaru, Senin (12/10) malam.

Ridwan yang didampingi, ketua harian  LMP ,Oktober sitompul,dan beberapa petinggi lmp kota psp , menambahkan, dasar hukum tentang Bela Negara ada dalam UUD 1945 pasal 30 ayat 1 yang menyatakan “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara”.

Baca Juga :  Kecamatan Batangtoru Juara Umum MTQN Tingkat Tapsel ke-46

Artinya, setiap warga negara mempunyai hak untuk mendapatkan keamanan dari negara dan mempunyai kewajiban untuk melakukan upaya untuh pertahanan negara Indonesia.dan lmp kota psp siap mendukung program pemerintah dalam hal ini KEMHAN,dan laskar merah putih kota psp siap menciptakan kader yg militan untuk bela negara,kita akan rangkul masyrakat kota psp yg mau berminat

Ia menambahkan, pasal 30 ayat 2 UUD 1945 menyatakan “usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”.

“Jadi, jelas bahwa rakyat adalah salah satu komponen pertahanan negara. Adanya kader bela negara yang ditargetkan mencapai 100 juta orang hingga 10 tahun ke depan adalah untuk menciptakan Indonesia yang kuat. Kekuatan sebuah negara negara tak hanya dilihat dari sistem senjata , tapi juga dari manusianya, rasa nasionalismenya terhadap negara,” ungkapnya

Ia menegaskan, program pembentukan kader bela negara merupakan gagasan pemerintah untuk mempersiapkan rakyat menghadapi berbagai bentuk ancaman yang akan mengoyak NKRI.

“Laskar Merah Putih di bawah pimpinan Ketua Umum H. Ade Erfil Manurung SH yang memiliki basis masa 10 juta lebih dari Sabang sampai Merauke siap menyukseskan program bela negara ,cetus ridwan, demi terjaganya kedaulatan NKRI. Dan menyatakan siap sebagai cadangan bela negara, dan mendukung penuh Kementrian Pertahanan Republik Indonesia dalam rangka membangun rasa nasionalisme dan patriotlisme di negara kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Camat Hulu Sihapas cabuli TKS?

SMS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*