LBH Jakarta: Jaksa Penuntut Rasyid Tak Profesional

Rasyid Rajasa. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mengecam jaksa penuntut umum kasus BMW maut yang menuntut terdakwa, Rasyid Rajasa, dengan hukuman percobaan. “Jaksa tidak serius menuntut Rasyid. Ini menyakiti hati masyarakat.” ujar pengurus LBH Jakarta, Muhammad Isnur, Jumat, 8 Maret 2013.

Menurut dia, jaksa penuntut tidak bersikap profesional serta membuat konstruksi hukum yang lemah. Akibatnya, tuntutan yang dikenakan pada terdakwa menjadi sangat ringan. “Tuntutan pada Rasyid 8 bulan, padahal dua nyawa meninggal,” ujarnya.

Perbuatan tersebut, kata Isnur, telah menciderai rasa keadilan masyarakat. “Orang yang berada, jabatannya di atas, bisa dapat hukuman ringan.”

Karena itu, Isnur mengimbau masyarakat untuk ikut serta memprotes perlakuan istimewa yang diberikan kepada putra Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tersebut. “Kami menyerukan pada masyarakat untuk menggunakan cara yang mereka tahu untuk menekan kejaksaan. Wujudnya, bisa lewat demonstrasi di persidangan atau melapor ke Komisi Kejaksaan agar ada penindakan.”

Seperti diberitakan sebelumnya, 1 Januari lalu, Rasyid, pengendara mobil BMW X5, menabrak mobil Daihatsu Luxio. Akibatnya, dua penumpang Luxio, yaitu Harun, 57 tahun, dan M. Raihan, 14 bulan bulan meninggal dunia. Sementara, tiga lainnya mengalami luka serius, yakni Nung, 30 tahun, M. Rifan, dan Supriyati, 30 tahun.

Polisi menyebut pria 22 tahun itu melanggar Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman 6 tahun penjara. Kenyataannya, jaksa hanya menuntut Rasyid 8 bulan penjara dengan masa pecobaan 12 bulan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Soal Gubernur Dipilih DPRD, PDIP Cium Gelagat Politik Pragmatis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*