Lebih Dekat dengan Desa Pargarutan di Tapsel

Jalan masih Berupa Tanah, Warga Andalkan Kuda untuk Angkut Beban

dsc 0854 Lebih Dekat dengan Desa Pargarutan di Tapsel Warga Desa Pargarutan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga saat ini masih mengandalkan kuda sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi dari desa serta kebutuhan warga yang dibeli dari pasar. Dan kesulitan warga semakin terasa saat musim hujan. Sebab, sekitar 12 km jalan menuju desa paling ujung wilayah Kecamatan Sipirok masih berupa jalan tanah.

Yahya Siregar (33) salah seorang warga setempat. kepada METRO beberapa hari yang lalu mengatakan, kendatipun di desa yang berpenduduk sekitar 100 kepala keluarga (KK) tersebut sudah ada 4 unit mobil, namun kenyataannya warga setempat masih mengandalkan kuda sebagai sarana pengangkut barang.

“Di desa saya ada 10 ekor kuda, dan 4 unit mobil 3 hardtop dan 1 Taff. Namun, jika hujan, keempat kendaraan tersebut tidak bisa melalui jalan. Dan selama ini sebagian besar warga masih mengandalkan kuda untuk mengangkut barangnya baik untuk dipasarkan maupun barang kebutuhan yang dibelanjakan dari pasar,” terangnya.

Yahya yang juga memiliki seekor kuda beban mengatakan, setiap mengangkut barang kuda tersebut mampu membawa angkutan rata-rata 100 kg sekali berangkat, dan dalam sehari hanya bisa mengangkut sekali pulang pergi.

“Setiap seekor kuda hanya mampu membawa 100 kg, sekali jalan dan 100 kg lagi ketika mau pulang. Dalam sehari hanya mampu sekali saja, dan setiap minggu maksimal 5 kali, dengan upah per kilogram Rp700, batas mengangkut barang tersebut hanya sampai persimpangan Dengan Salese sekitar 12 km dengan lama perjalanan 3,5 jam,” tutur bapak 3 anak ini.

Baca Juga :  Rp60 Ribu Dana Insentif Kab. Padang Lawas Segera Cair

Sebagai warga setempat, Yahya menaruh harapan agar pemerintah ke depan memberikan perhatian terhadap mereka di pelosok tersebut. “Sebagai warga kami berharap perhatian pemerintah ke depan, bukan hanya kendala jalan, tapi juga kesehatan, listrik dan pendidikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibual-Buali Sipirok (NNBS), Faisal Reza Pardede, kepada METRO menambahkan, setelah meninjau langsung kondisi warga di desa tersebut beberapa waktu lalu merasa prihatin terhadap kondisi warga yang memiliki fasilitas minim baik infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Dalam prinsip kesetaraan pembangunan daerah, hendaknya menjadi salah satu prioritas dalam rencana pembangunan Tapsel ke depan,” katanya.

Sementara salah seorang anggota Komisi E DPRD Sumut dari Dapil Tabagsel, Hj Rahmianna Delima Pulungan kepada METRO melalui selulernya mengungkapkan juga merasa prihatin dengan minimnya fasilitas menuju desa tersebut dan akan mengupayakan yang terbaik bagi desa tersebut ke depan.

“Dalam waktu dekat akan kita tinjau, lalu kita lihat apa saja yang mendesak diperhatikan sesuai dengan kebutuhkan warga setempat dan kita berupaya pada pemerintah agar pembangunan ke sana lebih diprioritaskan,” pungkasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Lebih_Dekat_dengan_Desa_Pargarutan_di_Tapsel

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Alonso Pojokkan Mourinho

4 Komentar

  1. kepada bapak bupati tap-sel,(syahrul m pasaribu),,saya sbagai warga desa pargarutan julu,ingin menanyakan knapa proses pembangunan lapangan sepak bola pargarutan julu terksan di tunda-tunda,,,
    apakah ada hubungan nya dengan diadakan nya pilkada yg akan kita adakan?????
    tolong di tanggapi ya pak,
    terima kasih….#salam anak pargarutan

  2. memang transportasi dan pendidikan perlu menjadi perhatian namun yang paling prihatin di pargarutan adalah ketika waktu magrib tiba masih sibuk dengan toto gelap di warung kopi…,
    Hayolah warga pargarutan bangkit dari pembodohan … kemana aparat pelindung masyarakat … tangkap-tangkapin dong bandarnya …
    Giring manusia manusia pargatuan untuk menanam karet, sawit, coklat …..
    bangkitlah dari kemiskinan kita pasti bisa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*