Lebih Dekat dengan Kebudayaan & Kuliner Tradisional di Tapanuli Selatan

www.metrosiantar.com

Itak Pohul-Pohul

Globalisasi, Itak Pohul-pohul dan Marbulang Tetap Bertahan
Kabupaten Tapanuli Selatan, memiliki beragam kebudayaan dan makanan yang menjadi khas kabupaten yang dipimpin oleh Bupati, Ongku P Hasibuan ini. Dan rata-rata, warisan kebudayaan maupun kuliner ini masih tetap bertahan di era globalisasi yang menggilas perputaran waktu. Apa saja? Berikut dua hal yang menjadi khas Kabupaten Tapanuli Selatan.

Itak Pohul-pohul

Makanan yang ini mungkin adalah satu-satunya ciri khas Tapsel dan suku Batak pada umumnya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Itak adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, kelapa setengah tua yang diparut, gula merah dan garam.

Cara membuatnya yaitu semua bahan dicampur jadi satu. Mulai dari tepung, kelapa parut, gula merah yang sudah diiris , dan garam halus sesuai dengan selera. Di sinilah uniknya itak, dia tidak menggunakan mesin ataupun alat khusus untuk mencetak, caranya kembangkan kedua telapak tangan diatas adonan tadi, kemudian rauplah adonan tersebut di antara jemari telunjuk hingga kelingking, dengan syarat kepalan tangan tidak boleh rapat. Harus menyisakan ruang diantara setiap jari tangan, sementara ibu jari tidak ikut dikepal.

Nah.. itak pohul-pohul sudah jadi. Tapi eeeiits… sebaiknya dimasak dulu dalam kukusan. Setelah semua adonan dicetak dengan cara ‘manual’ , masak hingga matang. Untuk mengetahui sudah matang atau belum, perhatikan gula merahnya apakah sudah meleleh. Kalau sudah, artinya tinggal kita dinginkan baru disantap. Nyam..nyam..nyam enak… apalagi kalau masih hangat. Tapi untuk sebagian orang makan itak mentah mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ingat tidak boleh banyak-banyak karena bisa mengakibatkan sakit perut.

Baca Juga :  Ketua DPRD Palas Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi

Dan dalam adat Batak itak bukan hanya sekedar makanan biasa, tapi memiliki tempat dan momen tersendiri. Salah satunya kalau ada masyarakat yang mengadakan pesta pernikahan, pihak laki-laki wajib menyediakan itak untuk camilan bagi para tetua adat yang sedang makkobar (pertemuan adat antara utusan pengantin laki-laki dan perempuan). Biasanya ditaruh dalam wadah khusus yang disebut haronduk (wadah semacam karung kecil dilapisi dengan kain hiasan warna-warni/manik).

Begitu pula dengan pihak pengantin wanita wajib membawa itak sebagai silua untuk pihak pengantin laki-laki. Itu lah salahsatu kedudukan itak pohul-pohul dalam masyarakat tapanuli Selatan khususnya dan suku Batak pada umumnya.

Pakaian Adat Pengantin

Tapanuli Selatan juga memiliki pakaian adat pengantin yang lazim disebut marbulang. Pakaian untuk pengantin perempuan biasanya terdiri dari hiasan kepala (bulang), kemudian kalung (gonjong) hiasan dada, hiasan lengan (puttu), selendang songket , baju kurung dan sarung songket. Sedangkan pengantin pria mengenakan hiasan kepala dari beludru (tukku/happu), baju teluk belanga, hiasan lengan (puttu), keris, sarung songket sebatas lutut dan celana panjang. (TS/int)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*